Menteri ESDM Jonan Sindir Direksi PLN, Sebut Gaji Tinggi Kinerja Loyo
Nasional

Sindiran ini Jonan sampaikan terkait dengan produksi mobil listrik dan penyediaan pasokan energinya. Menurutnya PLN terlalu pasif dalam menanggapi gairah produksi kendaraan listrik ini.

WowKeren - Kinerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memang beberapa waktu belakangan terus menjadi sorotan, terutama setelah kejadian pemadaman massal atau blackout beberapa waktu lalu. Sebagai pengingat, setengah Pulau Jawa sempat mengalami "kegelapan" selama sehari.

Kali ini kinerja para petinggi perusahaan listrik pelat merah itu disoroti oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan. Bukan karena blackout, Jonan rupanya menyindir PLN terkait masalah kendaraan listrik.

Seperti diketahui, beberapa waktu belakangan pemerintah Indonesia tampaknya serius untuk memproduksi dan memasarkan kendaraan listrik. Menurut Jonan, harusnya momentum ini bisa dimanfaatkan PLN dengan menyediakan pasokan listrik.

Namun kenyataannya, PLN tak mengambil langkah apapun. Sebab, menurut Jonan, selalu dirinya dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi lah yang aktif memasarkan kendaraan sekaligus pasokan listriknya.

"Masak yang jualan PLN, yang sibuk saya sama Pak Budi Karya?" kata Jonan dalam sambutannya di Pameran Hari Listrik Nasional ke-74 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (9/10). "Direksi PLN itu penghasilannya 30 kalinya Menteri ESDM, masak kerjanya lebih lemes dari saya?"


Jonan pun meminta agar PLN terus berinovasi meningkatkan tingkat konsumsi listrik per kapita. Apalagi PLN, sebagai penyedia listrik satu-satunya di Indonesia, seharusnya bisa memanfaatkan semua peluang yang ada untuk mengembangkan bisnisnya.

"Konsumsinya per kapita. Tahun ini 1.300 kwh. Harapannya kita bersama bisa naik. Naiknya itu harusnya dua kali pertumbuhan ekonomi," jelas Jonan, dilansir dari Suara. "PLN saya harap, mayoritas penjual listrik kepada konsumen kan, ya harus lebih kreatif lah."

"Jadi bukan seperti perusahaan paling oke, jadi nggak ada saingannya," lanjutnya. "Misalnya dorong (penggunaan) kompor induksi, atau kendaraan listrik. Kan ini jadinya konsumsi (listriknya) naik."

Sindiran Jonan rupanya tak berhenti di situ. Masalah blackout, yang semula tampaknya akan dilewatkan oleh mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) itu, ternyata ikut disinggung.

Jonan meminta PLN untuk lebih aktif menjaga reputasinya. Salah satunya dengan memastikan agar peristiwa pemadaman massal tak kembali terjadi.

"Kalau PLN mau umurnya panjang, saya harap bisa menjaga reputasi," tuturnya. "(Caranya dengan menjaga) agar tak kembali blackout."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait