Disinggung soal kasus penyiraman air keras Novel Baswedan yang hingga kini belum terpecahkan, Moeldoko hanya lempar bola ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
- Wahyu
- Jumat, 11 Oktober 2019 - 11:19 WIB
WowKeren - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko hanya lempar bola saat ditanya soal kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang hingga kini masih belum terpecahkan. Moeldoko enggan berbicara lebih lanjut mengenai penanganan kasus tersebut.
Saat ini kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan sudah mulai mendekati deadline yang telah diberikan oleh Presiden Joko Widodo. Sebelumnya Presiden Jokowi telah memberikan waktu selama tiga bulan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK Novel Baswedan.
Tim Kepolisian Republik Indonesia (Polri) sendiri telah menyampaikan laporannya sejak tiga bulan yang lalu. Namun hingga saat ini, kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan masih belum mengalami kemajuan sama sekali.
Ditanya soal bagaimana penanganan kasus ini yang terkesan tidak memiliki progress, Moeldoko hanya lempar bola ke Tito Karnavian. Menurut Moeldoko, sebaiknya kasus ini langsung ditanyakan dan ditagih ke pemimpin tertinggi kepolisian tersebut yang memang bertanggung jawab untuk mengungkap kebenaran di balik penyerangan Novel. "Tanya Kapolri, jangan saya," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kerajaan Jakarta, Kamis (10/10).
Sementara itu Presiden Jokowi pada Juli lalu mengatakan hasil kerja tim pencari fakta (TPF) kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan akan ditindaklanjuti oleh tim teknis Polri. Jokowi lantas memberikan batas waktu tiga bulan kepada tim teknis untuk mengungkap pelaku penyerangan.
"Kalau Kapolri kemarin sampaikan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis ini harus bisa menyelesaikan apa yang kemarin disampaikan," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (19/7) lalu. "Saya beri waktu tiga bulan, saya lihat nanti setelah tiga bulan hasilnya kayak apa. Jangan sedikit-sedikit larinya ke saya, tugas Kapolri apa nanti."
Kini hampir tiga bulan dari waktu yang diberikan Jokowi tersebut namun masih belum ada tanda-tanda seputar pengungkapan pelaku yang diduga bertanggungjawab dalam penyerangan tersebut. Jokowi sendiri mengaku jika kasus yang menimpa Novel Baswedan tidak mudah untuk dipecahkan.
(wk/wahy)