Staf Istana Ali Mochtar Ngabalin menanggapi pertemuan SBY dan Jokowi yang dilakukan pada Kamis (10/10). Ngabalin mengatakan bahwa keduanya tengah membahas tentang masa depan negara.
- Nidya Putri
- Jumat, 11 Oktober 2019 - 11:15 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo mengakui bahwa dirinya telah melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Kamis (10/10). Jokowi pun menyebutkan jika pertemuan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lama namun baru bisa terlaksana sekarang.
"Ini saya dengan Pak SBY sudah janjian lama tapi belum pas waktunya," ujar Jokowi ketika ditemui awak media setelah pertemuan selesai di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, kamis (10/10). "Dan hari ini Alhamdulillah pas waktunya dan ketemu."
Diketahui keduanya sempat membahas banyak hal seperti permasalahan politik, ekonomi, dan keamanan. Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin menambahkan jika pertemuan tersebut belum membahas koalisi di pemerintahan.
"Tidak ada (bahas koalisi), paling tidak seperti yang disampaikan presiden," kata Ngabalin, Kamis (10/10). "Tentu saja bagi Presiden Joko Widodo itu memberikan hubungan silaturahmi yang baik."
Lebih lanjut, Ngabalin menuturkan bahwa pertemuan antara SBY dan Jokowi tersebut membahas tentang masa depan negara. Namun, terkait pembahasan koalisi, Ngabalin menegaskan bahwa hal itu adalah kewenangan Jokowi sebagai Presiden.
"Kalau koalisi kan tentu menjadi kewenangan presiden. Mungkin nanti akan membicarakan juga dengan pimpinan partai yang ada," jelasnya. "Tapi yang pasti, terpenting beliau semua membicarakan mengenai masa depan negara, kondisi terakhir. Paling tidak ya menjelang pelantikan akan ada support-lah."
Sebelumnya diketahui jika SBY dan Jokowi tengah melakukan pertemuan tertutup di Istana Negara, Kamis (10/10). Jokowi pun mengaku bahwa dalam pertemuan itu keduanya membahas banyak hal meliputi permasalahan politik, ekonomi, dan keamanan. Ia menambahkan jika SBY memberikan banyak masukan untuk periode kedua pemerintahannya.
Namun, pada kesempatan yang sama SBY kembali menanyakan soal bergabungnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mengisi pos kementerian di Kabinet Kerja Jilid II yang hanya diberi jawaban "ngambang" oleh Jokowi. "Ditanyakan ke Pak SBY langsung. Kita bicara itu tapi belum sampai sebuah keputusan," terang Jokowi. "Nggak sampai ke sana, belum sampai ke sana. (Nama AHY) belum."
(wk/nidy)