Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto sebagai tindakan brutal yang tidak sesuai dengan ajaran agama.
- Wahyu
- Jumat, 11 Oktober 2019 - 15:01 WIB
WowKeren - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Menko Polhukam Wiranto telah mengalami penusukan dari seorang tak dikenal saat melakukan kunjungan di Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10).
MUI mengecam keras tindakan dari pelaku penyerangan Wiranto yang diduga telah terpapar isu radikalisme. Pelaku penyerangan terhadap Wiranto merupakan pasangan suami istri yaitu Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) dan Fitri Andriana (21). Kedua pelaku ini sudah diindentifikasi sebagai anggota jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Bekasi.
Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa'adi lantas menegaskan jika tindakan kekerasan seperti apapun yang membawa-bawa ajaran agama merupakan hal yang tidak dapat ditoleransi. Menurut Zainut Tauhid Sa'adi, tidak ada satupun ajaran agama di dunia ini yang dapat membenarkan serta mendukung segala tindakan kekerasan dan mencelakai orang lain.
"Apa pun alasannya, tindakan brutal tersebut tidak dapat ditolerir. Ajaran agama mana pun tidak membenarkan tindakan kekerasan, menebar ketakutan, mencelakai orang yang tidak berdosa, apalagi membunuh pejabat negara yang sedang melaksanakan tugas," kata Zainut Tauhid Sa'adi pada Kamis (10/10). "Tindakan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan jauh dari nilai-nilai ajaran agama."
Zainut lantas mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran untuk terus melawan segala bentuk paham radikalisme dan terorisme. MUI berharap agar kepolisian segera mengungkap secara jelas terkait motif penyerangan Wiranto agar jaringan pelaku tersebut dapat terbongkar hingga ke akar-akarnya secara tuntas.
"Hal ini menyadarkan kepada kita bahwa gerakan paham radikal dan terorisme masih aktif di Indonesia sehingga menuntut kewaspadaan kita bersama," jelas Zainut. "MUI meminta kepada kepolisian untuk mendalami perkara tersebut sehingga diketahui motif pelakunya dan mengungkap jaringannya agar dapat diberantas sampai ke akar-akarnya."
Sebelumnya Wiranto yang sedang melakukan kunjungan di salah satu pondok pesantren Pandeglang tiba-tiba diserang dan ditusuk oleh orang yang tidak dikenal. Penyerangan ini telah membuat Wiranto menderita luka tusukan di bagian perut, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto ikut mengalami luka tusukan di bagian punggung, dan juga Fuad yang merupakan ajudan Wiranto ikut terkena luka tusuk di bagian dada sebelah kiri atas.
(wk/wahy)