Klarifikasi ini disampaikan usai BMKG sempat mengungkapkan potensi pengaruh Topan Hagibis yang menyerang Jepang terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di Indonesia.
- Elvariza Opita
- Senin, 14 Oktober 2019 - 09:48 WIB
WowKeren - Topan Hagibis diketahui baru saja menyerang Tokyo dan sejumlah wilayah lain di Jepang. Informasi terbaru menyebut sebanyak 33 orang meninggal dunia dalam fenomena alam yang terjadi pada Sabtu (12/10) lalu ini.
Fenomena ini pun sempat menjadi pembicaraan hangat lantaran diduga dapat mempengaruhi Indonesia. Seperti dari segi cuaca hingga topan yang disebut berpotensi memicu gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
Namun belakangan Badan Metorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut topan Hagibis tak akan berdampak ke Indonesia. Sebab, menurut BMKG, intensitas kecepatan topan yang bergerak meninggalkan Jepang sudah mulai menurun.
BMKG lantas mengutip analisis Badan Metorologi Jepang (JMA), bahwa topan Hagibis sudah bergerak meninggalkan daratan Jepang menuju Samudera Pasifik bagian utara. Meski dalam skala kuat, intensitas topan itu dilaporkan telah menurun signifikan dalam rentang waktu 12 jam.
"Walaupun masih dalam skala kuat, namun intensitas Typhoon Hagibis mulai menurun," ujar Deputi Bidang Metorologi BMKG, Mulyono Rahadi Prabowo, lewat keterangan tertulis, Minggu (13/10). "Saat ini kecepatan angin di pusat typhoon adalah 60 knots sedangkan 12 jam sebelumnya adalah 75 knots."
"Dalam 24 jam ke depan JMA memprakirakan Typhoon Hagibis akan menurun intensitasnya," imbuhnya, seperti dilansir dari Detik News. "Posisi Typhoon Hagibis yang pagi ini makin jauh dari wilayah Indonesia tidak memberikan dampak terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di Indonesia."
BMKG juga memastikan hujan berintensitas sedang-lebat yang terjadi di sejumlah wilayah tidak berkaitan dengan topan Hagibis. Potensi hujan ini disebabkan tekanan udara rendah di wilayah Indonesia bagian utara.
"Adapun potensi hujan dengan intensitas Sedang-Lebat yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia lebih dipengaruhi oleh adanya daerah tekanan udara rendah di wilayah Indonesia bagian utara," papar Mulyono. "Yang membentuk daerah pertemuan angin yang memanjang dari Semenanjung Malaysia hingga Laut Sulawesi."
Di sisi lain, topan Hagibis di Jepang dilaporkan menyebabkan 100 orang terluka. Topan ini diketahui membuat sungai meluap dan Jepang dilanda hujan lebat.
(wk/elva)