Polisi Sebut 26 Terduga Teroris Tak Berupaya Gagalkan Pelantikan Presiden
Nasional

Tim Densus 88 berhasil menangkap 26 terduga teroris di sejumlah daerah di Indonesia. Namun, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan diketahui jika jaringan teroris tersebut tidak menargetkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dalam aksi terornya.

WowKeren - Insiden penusukan Menko Polhukam Wiranto di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10) lalu sempat menggegerkan publik. Pelaku penusukan tersebut diduga terlibat dalam jaringan terorisme.

Hingga Selasa (15/10) Densus 88 Antiteror telah berhasil mengamankan puluhan terduga teroris di berbagai daerah. Disebutkan sudah ada 26 terduga teroris yang ditangkap oleh Densus 88, baik di Jakarta, Lampung, Bekasi, hingga Sulawesi Tengah.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian menyebutkn jika tidak ada terduga teroris yang berupaya menggagalkan pelantikan presiden-wakil presiden terpilih pada 20 Oktober mendatang. Hal ini disampaikan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo

“Tidak ada kaitan dengan penggagalan pelantikan presiden dan wakil presiden," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/10). "Mereka belum diketemukan jejak upaya amaliyah serangan teror di perhelatan pelantikan, lebih ke penyerangan markas polisi dan rumah ibadah."


Pada umumnya motif terduga teroris ingin menyerang markas polisi dan rumah ibadah di daerah tinggalnya. Misalnya, untuk terduga teroris yang ditangkap di Cirebon menyasar Mako Polres Cirebon Kota. Begitu juga terduga teroris di Bandung dan berafiliasi dengan JAD yang menjadikan markas kepolisian sebagai sasarannya.

"Untuk JAD sasarannya kepolisian dan mako polisi, dan tempat ibadah. Kalau di Cirebon menggunakan pengantin, kalau di Bandung menggunakan senjata api," jelasnya. "Mereka melakukan serangan teror ada di Cirebon, Bandung, untuk Yogya akan menyerang tempat ibadah dan mako Polri. Demikian di Solo, juga sama mako Polri dan tempat ibadah."

Dedi pun memastikan agar Densus 88 bekerja semaksimal mungkin untuk menangkap terduga teroris yang masih bergerak dan berencana melakukan serangan teror. “4 orang teroris baru ditangkap. Jadi total 26,” tutup Dedi.

Sebelumnya, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror telah berhasil menangkap 22 orang terduga teroris sejak insiden yang menimpa Menko Polhukam Wiranto. Penangkapan tersebut dilakukan sejak tanggal 10-14 Oktober 2019 di sejumlah wilayah Indonesia.

Para teroris tersebut berhasil dibekuk di 8 provinsi berbeda. Delapan provinsi itu yakni Banten, Jawa Barat, Bali, Jambi, Jakarta, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara dan Lampung.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait