Ketum PBNU Said Aqil Akui Ada Yang Hendak Hancurkan Nahdlatul Ulama
Nasional

Menurutnya ada kelompok yang tak menyukai NU dan hendak menghancurkan organisasinya. Kebencian ini semakin menjadi-jadi usai Jokowi-Ma'ruf, yang notabene kader NU, terpilih menjadi kepala negara.

WowKeren - Pernyataan terbaru dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil ini sukses mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, Said terang-terangan mengklaim ada sejumlah pihak yang berencana untuk menghancurkan organisasinya sebelum 2024.

Menurutnya, kelompok "penghancur" NU itu merupakan kaum yang selama ini memang tidak menyukai pihaknya. Apalagi karena posisi NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia.

"Ini pasti yang nggak senang NU," ujar Said saat ditemui di Kantor PWNU Jawa Timur, Surabaya, Kamis (17/10) malam. "Ada agenda rencana bagaimana menghancurkan NU sebelum 2024."

Rasa tidak suka ini semakin menjadi-jadi usai pasangan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin, yang notabene merupakan kader NU, terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Ditambah dua hari lagi mereka akan dilantik dan resmi menjadi kepala negara untuk lima tahun ke depan.

"Jelas dong, indikasinya pihak manapun yang di luar NU ini (merasa) betapa dongkolnya," jelas Said, dilansir CNN Indonesia. "Karena kemenangan Jokowi-Ma'ruf sebagai kader NU, atau kiai NU, sejak kecil, sejak muda, jadi aktivis NU mencapai puncak wakil presiden, pimpinan nasional."

Namun demikian, Said enggan mengungkapkan kelompok mana yang dimaksudnya tersebut. Ia hanya menekankan bahwa apapun yang dilakukan pihaknya akan selalu dianggap negatif oleh mereka.


Oleh karena itu, Said pun mengingatkan agar seluruh kader NU tetap saling berpegang satu sama lain. Pasalnya tantangan yang akan dihadapi organisasi kelahiran 1926 itu pasti semakin berat ke depannya.

Di sisi lain, Said pun turut mengomentari soal potensi bergabungnya dirinya dalam jajaran Kabinet Kerja Jilid II. Seperti diketahui, nama Said masuk dalam bursa calon menteri yang mulai ramai dibahas di media sosial belakangan ini.

Said membantah seluruh isu tersebut. Menurutnya, kabar masuknya ia dalam bursa calon menteri merupakan kabar burung yang digelontorkan oleh warganet di media sosial. Ia pun berseloroh, mengaku tak memiliki "potongan" untuk menjadi pembantu presiden.

"Yang masukin (nama saya ke bursa calon menteri) medsos saja kok, bukan Jokowi yang masukin," katanya. "Itu kan (warganet) medsos. Tidak ada potongan saya jadi menteri ini."

Said juga tak berkomentar banyak soal jatah kursi menteri yang diajukan PBNU kepada Jokowi. Menurutnya menteri merupakan hak prerogatif sang presiden.

Oleh karenanya ia tak mengusulkan siapapun kepada Jokowi. "Kursi menteri itu hak prerogatif presiden. Saya nggak ngusulin (nama)," tegasnya.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait