Pihak Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Arif Zainudin Kota Surakarta mengatakan bahwa akhir-akhir ini banyak pelajar yang datang ke rumah sakit tersebut untuk diobati karena kecanduan game online.
- Wahyu
- Jumat, 18 Oktober 2019 - 14:52 WIB
WowKeren - Berkembangnya teknologi informasi menyebabkan pergeseran kebiasaan masyarakat, terutama para kaum muda. Salah satu contoh yang paling nyata yakni gemarnya para generasi muda dalam memainkan game online.
Mirisnya, baru-baru ini dikabarkan bahwa puluhan pelajar harus datang ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) akibat kecanduan game online. Hal tersebut diungkapkan oleh pihak Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Arif Zainudin Kota Surakarta.
Pihak rumah sakit yang berada di Jalan Ki Hajar Dewantara Kecamatan Jebres, Solo, Jawa Tengah itu mengakui bahwa akhir-akhir ini mereka menangani pasien anak yang kecanduan game online. Aliyah Himawati, Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja RSJD Dr Arif Zainudin Kota Surakarta mengatakan bahwa penanganan tersebut telah dilakukan oleh rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sejak tiga tahun terakhir.
"Akhir-akhir ini ada peningkatan (pasien anak kecanduan game online)," ungkap Aliyah yang dilansir Kompas pada Jumat (18/10). "meskipun kadang datang tidak ada keluhan dengan kecanduan game, tidak. Ada yang tidak mau sekolah, tidak mau makan. Pada akhirnya disebabkan karena game itu."
Menurut Aliyah, pasien anak kecanduan game online yang menjalani pengobatan di RSJD Kota Surakarta rata-rata dari merupakan pelajar Sekolah Dasar (SD) hingga SMA kelas I. Aliyah juga menuturkan bahwa akhir-akhir ini pasien dengan kecanduan game online meningkat.
Jika sebelumnya sepekan hanya satu pasien, kini rumah sakit menerima satu hingga dua pasien yang datang hampir setiap harinya. Bahkan pada tahun ajaran baru kemarin, Aliyah menuturkan bahwa ada sekitar 35 anak dengan kecanduan game online yang menjalani pengobatan di RSJD Kota Surakarta. Aliyah mengatakan bahwa mereka rata-rata kecanduan game online ekstrem.
Bahkan, dari 35 anak tersebut, dua di antaranya harus menjalani rawat inap di RSJD Kota Surakarta. "Yang rawat inap kemarin ada dua anak. Kelas 3 SMP dan satunya kelas I SMA. Tapi, sekarang sudah tidak ada. Mereka baru pulang Minggu kemarin," terang Aliyah.
Aliyah kemudian menjelaskan bahwa penanganan pasien anak kecanduan game online disesuaikan dengan gejala yang muncul. Biasanya gejala pertama kali muncul adalah gangguan emosi seperti marah-marah, tidak bisa tidur, tidak mau makan, dan banyak lagi. "Ada beberapa langkah yang kita lakukan untuk mengatasi gangguan emosi. Salah satunya dengan obat, dengan farmakoterapi," katanya.
Setelah itu pasien dikenai dengan terapi perilaku. Hal ini karena pasien anak kecanduan game online biasanya tidak mengakui jika dirinya sudah kecanduan dan menganggap dirinya baik-baik saja. "Jadi, kita harus menekankan anak itu mengakui kalau dirinya itu kecanduan game online. Itu sebuah proses sehingga kita bisa masuk ke terapinya," kata Aliyah.
(wk/wahy)