Sandiaga menuturkan bahwa meskipun sempat terjadi perbedaan pendapat terkait sikap Gerindra ke depan, namun Prabowo sebagai Ketua Umum mampu menengahi perbedaan tersebut.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 18 Oktober 2019 - 15:41 WIB
WowKeren - Partai Gerindra saat ini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, partai yang diketuai oleh Prabowo Subianto yang selama ini getol menyuarakan kritik terhadap pemerintah sebagai oposisi, rupanya justru menunjukkan sinyal-sinyal akan bergabung dengan koalisi.
Sandiaga Uno menuturkan bahwa di internal Gerindra pun sempat terjadi perbedaan pendapat terkait hal itu. Ada pihak yang ingin agar Gerindra menyeberang ke pemerintah dan di lain sisi ada yang menyuarakan agar partai berlogo Garuda tersebut tetap berada di jalannya sebagai oposisi.
Sedangkan Sandiaga sendiri, ia mengaku berada di pihak yang mendukung jika Gerindra tetap berada di jalur oposisi. Menurutnya, sikap Gerindra yang seperti itu diperlukan agar para pendukung mereka tidak kecewa.
"Saya bagian dari kubu yang menginginkan kita harus tetap sebagai check and balance," kata Sandiaga di kediamannya, Jakarta Selatan, Kamis (17/10). "Dan ini akan dihargai pendukung kita."
Sedangkan pihak yang ingin Gerindra bergabung ke pemerintah, mereka menilai bahwa hal itu akan memudahkan partai dalam merealisasikan program untuk mendukung rakyat. "Ada sebagian temen-temen Gerindra yang bilang kita bisa melakukan seandainya kita ada dalam position of power atau bagian dari yang bisa mengeksekusi kebijakan tersebut," jelas Sandiaga.
Hingga pada akhirnya perbedaan pendapat tersebut dapat diakhiri oleh Prabowo. Saat memberikan pidato pada Rapimnas di Hambalang pada Rabu (16/10), Prabowo menceritakan kisah para pemimpin dunia yang mengedepankan kecintaan terhadap negara. Dari cerita tersebut, Sandiaga mampu menyimpulkan apa yang dipikirkan oleh mantan Danjen Kopassus itu.
"Dari tiga cerita tersebut, saya bisa menyimpulkan pikiran Pak Prabowo bahwa satu yang harus dikedepankan adalah cinta bangsa dan cinta NKRI," jelas Sandiaga. "Nomor dua, melihat ke depan. Jangan lihat ke belakang. Nomor tiga, hindari perpecahan. Tiga hal itu yang dibawa ke Rapimnas kemarin yang menjadi pegangan."
(wk/zodi)