Pihak Sekolah Ogah Undang Lagi Motivator yang Tampar Muridnya Saat Seminar
Nasional

Video motivator yang menampar sejumlah siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang menjadi viral di sosial media. Menanggapi hal itu pihak sekolah pun mengatakan untuk tidak menggunakan jasa motivator itu lagi.

WowKeren - Media sosial kembali dihebohkan oleh video kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah. Namun, kali ini bukan pihak sekolah maupun siswa yang menjadi pelaku kekerasannya melainkan seorang motivator.

Dalam video berdurasi 19 detik yang tersebar di media sosial tersebut memperlihatkan siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang yang ditampar oleh motivatornya saat seminar. Sejumlah siswa berbaris di depan kelas dan ditampar satu per satu oleh seorang motivator digital marketing bernama AS alias AP pada Kamis (17/10) di tengah acara seminarnya.

Menyikapi kasus tersebut, pihak SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang mengaku akan tetap menjalankan program motivasi bagi anak didiknya. Namun mereka tidak akan lagi menggunakan AP lagi sebagai motivator.

"Ini rutin (seminar), kami memang menggandeng beberapa rekanan, dan tetap akan kami laksanakan," ujar Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 2 Kota Malang Nur Cholis kepada wartawan di kantornya, Jumat (18/10). "Tapi mungkin untuk Pak Agus tidak lagi."


Diketahui AP alias Agus Piranhamas adalah motivator seminar kewirausahaan yang didatangkan sekolah pada Kamis (17/10). Sayangnya, ia melakukan tindak kekerasan kepada 8 orang siswa dengan cara menampar mereka pada saat seminar tengah berlangsung seperti yang ada di video.

Menurut Nur, program motivasi digelar dengan tujuan untuk membangun karakter, akhlak, dan spiritual para pelajar. "Jadi macam-macam, motivasi untuk karakter, akhlak, spiritual dan lain-lain," terangnya. "Khusus Pak Agus itu motivator untuk kewirausahaan."

Lebih lanjut, Nur mengatakn jika seminar motivasi untuk seluruh pelajar SMKN 2 Malang itu sama sekali tidak dipungut biaya sepeser pun. "Yang kemarin, seminar tentang kewirausahaan untuk anak-anak Prodi Multimedia Jurusan Teknologi Informasi dan Komunikasi," bebernya.

Namun, Kepsek SMK Muhammadiyah 2 Malang itu menegaskan untuk tidak kembali menggunakan jasa Agus lagi sebagai motivator. Meski begitu, Agus telah menyampaikan permohonan maafnya kepada pihak sekolah usai kejadian ini menjadi sorotan di media sosial.

Sementara itu, berdasarkan laporan Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna pada Jumat (18/10), mengatakan bahwa alasan tindak kekerasan itu terjadi karena Agus merasa tersinggung. Saat itu muncul kata "Gob**k" di layar LCD akibat salah ketik. Sebagian peserta yang merupakan siswa SMK Muhammadiyah 2 Malang itu pun lantas tertawa.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait