Status Tangkuban Parahu Turun ke Normal, Masyarakat Bisa Kembali Berkunjung
Nasional

Penurunan status tersebut seiring dengan menurunnya aktivitas Gunung Tangkuban Parahu sejak erupsi pada Juli lalu. Meski demikian pengunjung diminta memperhatikan batas-batas bahaya.

WowKeren - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akhirnya menurunkan status Gunung Tangkuban Parahu dari waspada menjadi normal. Sebelumnya, status gunung tersebut naik ke Waspada usai erupsi yang terjadi beberapa waktu lalu.

Namun, pemantauan yang dilakukan oleh PVMBG baik secara visual maupun instrumental menunjukkan bahwa aktivitas kawah sudah mulai menurun. Oleh sebab itu, Tangkuban Parahu kini bisa kembali dikunjungi. "Objek wisata bisa dibuka kembali," kata Kepala PVMBG Kasbani, Senin (21/10).

Meski demikian, daerah di sekitar kawah masih dianggap berpotensi membahayakan, terutama gas yang timbul akibat aktivitas gunung. Oleh sebab itu, ia melarang wisatawan untuk memasuki areal kawah.

Ia mengingatkan bahwa di malam hari, kondisi gas bisa semakin membahayakan. Ia mengimbau agar masyarakat yang berkunjung tetap memperhatikan batas-batas yang telah direkomendasikan oleh pihaknya.


"Yang berbahaya hanya di dalam kawah. Masyarakat tak boleh masuk kawah apalagi malam hari, karena bisa mengeluarkan gas berbahaya," tutur Kasbani. "Tapi kalau kondisi normal siang hari di luar bibir kawah itu relatif normal, masyarakat bisa menikmati kembali di kawah sana dengan rekomendasi yang telah kami keluarkan."

Sebelumnya, Tangkuban Parahu sempat ditutup untuk sementara waktu lantaran erupsi yang terjadi pada Juli lalu. Kolom abu yang teramati tingginya mencapai lebih dari 2 kilometer di atas permukaan air laut.

Hingga pada 2 Agustus, PVMBG meningkatkan status Tangkuban Parahu dari Normal ke Waspada dengan rekomendasi radius bahaya sejauh 1,5 kilometer dari bibir kawah. Selama dalam status waspada, Tangkuban Parahu teramati mengalami beberapa kali erupsi.

"Selama waspada ini, terjadi beberapa kali erupsi dengan tinggi 200-300 meter dari dasar kawah," lanjut Kasbani. "Namun, potensi masih di radius yang di rekomendasikan."

Sebelumnya, masyarakat juga dilarang untuk menginap di kawasan gunung. "Serta ketika cuaca mendung dan hujan dikarenakan terdapatnya gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan kehidupan manusia," kata Pelaksana Harian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo, dalam keterangannya, Jumat (26/7).

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait