Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko mengatakan bahwa kondisi suhu panas akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 23 Oktober 2019 - 12:55 WIB
WowKeren - Suhu panas yang melanda sejumlah wilayah Indonesia masih terus berlanjut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat suhu di Semarang pada Selasa (22/10) mencapai 39,4 derajat Celsius.
Angka ini merupakan rekor tertinggi dari angka suhu panas yang pernah tercatat di Semarang. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Semarang Iis Widya Harmoko menuturkan bahwa suhu akan mulai menurun bulan berikutnya.
"Secara umum suhu tertinggi terjadi pada bulan Oktober ini," kata Iis dilansir dari Tribunjateng, Rabu (23/10). “Diprakirakan pada bulan November suhu akan mulai menurun."
Suhu panas seperti ini diperkirakan akan terjadi selama beberapa hari ke depan. Pihak BMKG akan terus melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan suhu maksimumnya. "Kemungkinan suhu maksimum masih ada, tapi kami akan monitoring terus perkembangannya," jelas Iis.
Sebelumnya, suhu terpanas yang pernah tercatat di Semarang adalah 38,5 derajat yang mana hal tersebut terjadi pada 2002 lalu. Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) menuturkan bahwa pihaknya tengah berupaya untuk menggalakkan gerakan reboisasi di sejumlah tempat.
"Teman-teman instansi dan kita sendiri harapannya dapat menanam dan merawat," kata Hendi beberapa waktu lalu. "Mudah-mudahan akan mampu meminimalkan panasnya Kota Semarang."
Selain untuk membuat udara lebih sejuk dan menurunkan suhu udara, hal itu juga untuk mencegah banjir saat musim penghujan tiba. "Kami berkomunikasi dengan berbagai pihak. Untuk menanam ratusan ribu pohon pada saat musim penghujan," tutur Hendi.
Sebelumnya, BMKG Sulawesi mencatat bahwa suhu tertinggi di Makassar mencapai 38,8 C. Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Mulyono R. Prabowo menuturkan bahwa hal itu disebabkan karena posisi matahari yang berada di jalur khatulistiwa. Diperkirakan, matahari akan terus bergerak ke arah selatan hingga Desember mendatang.
"Dan akan terus bergerak ke belahan Bumi selatan hingga bulan Desember," tutur Mulyono. "Sehingga pada bulan Oktober ini, posisi semu matahari akan berada di sekitar wilayah Indonesia bagian Selatan (Sulawesi Selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dsb)."
(wk/zodi)