Ketum Gerindra Prabowo Subianto siap menjalankan tugasnya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) di Kabinet Indonesia Maju. Ia bahkan siap untuk mempelajari struktur pekerjaan barunya sebagai awalnya.
- Nidya Putri
- Rabu, 23 Oktober 2019 - 14:51 WIB
WowKeren - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan serah terima jabatan sebagai Menteri Pertahanan RI (Menhan). Ia pun mengaku siap untuk segera menjalankan tugas-tugasnya.
"Baru saja kita selesaikan semua rangkaian pelantikan intinya kita akan segera bekerja," ungkap Prabowo usai pelantikan Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (23/10). Meski begitu, ia tak langsung menjalankan tugasnya begitu saja, namun harus belajar terlebih dahulu.
Setelah acara pelantikan Kabinet Indonesia Maju selesai Prabowo langsung menuju kantor Kementerian Pertahanan di Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus. Di sana ia akan mempelajari struktur pekerjaan barunya terlebih dahulu.
"Tanya pejabat di sana, mungkin ada proses serah terima," sebut Letjen purnawirawan itu. "Saya akan belajar dulu situasi yang terakhir. Setelah itu baru kita akan mulai kerja."
Sebelumnya, Menhan periode pertama Jokowi Ryamizard Ryacudu diketahui tengah berada di kantor Kemenhan. Di mana pagi tadi ia mengikuti apel perpisahan dirinya dan akan melakukan surat terima jabatan dengan Prabowo.
Ryamizard pun mengingatkan Prabowo untuk bekerja maksimal dalam memperkuat pertahanan negara. Ia juga meminta Ketum Gerindra tersebut untuk selalu amanah dalam menjalankan tugasnya karena nantinya akan mengelola dana terbesar di kementerian dalam APBN 2020, yakni Rp 127 triliun.
"Saya ucapkan selamat untuk Pak Prabowo, itu kawan saya. Dari tingkat satu, satu kompi saya bersama-sama tuh," ujar Ryamizard. "Sekarang dia menggantikan saya ya alhamdulillah. Kira-kira nggak beda jauh lah."
Ryamizard sendiri diminta untuk memberi masukan kepada Prabowo dalam memimpin Kemhan. Sekedar informasi, instansi tersebut menjadi kementerian yang paling besar mendapatkan anggaran tahun depan. DI mana akan mendapatkan alokasi anggaran Rp 127,4 triliun dalam APBN 2020.
"Begini ya, dari dulu saya itu tidak pernah memikirkan anggaran, besar kecil, mau kecil pun sama saja. Karena itu duit rakyat. Jangan sampai besar-besar kita jadi ngiler, bahaya," paparnya. "Dulu kecil, nggak apa-apa. Kita tentara rakyat kok. Tentara rakyat itu adalah rakyat dulu didahulukan, kalau tentara itu namanya tentara rakyat. Kalau tentara dulu didahulukan dia, bukan tentara rakyat."
(wk/nidy)