Kebakaran pipa minyak yang diduga dipicu oleh proyek kereta cepat Jakarta-Bandung milik PT KCIC tersebut mengakibatkan sejumlah sawah milik warga di Kampung Mancong rusak.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 23 Oktober 2019 - 16:01 WIB
WowKeren - Kebakaran pipa minyak milik PT Pertamina di Cimahi, Jawa Barat, pada Selasa (22/10) berdampak buruk bagi warga sekitar. Kebakaran yang diduga dipicu oleh proyek kereta cepat Jakarta-Bandung milik PT KCIC tersebut mengakibatkan sejumlah sawah milik warga di Kampung Mancong rusak.
Seorang warga bernama Saripudin mengaku sawah seluas 100 tumbak (1.410 meter per segi) miliknya tercemar oleh tumpahan minyak. Saripudin mengaku bahwa sawah tersebut baru saja ditanami padi 3 bulan lalu.
Oleh sebab itu, Saripudin menuntut ganti rugi. "Jelas rugi, saya meminta ganti rugi," terang Saripudin dilansir Kumparan pada Rabu (23/10).
Menurut Saripudin, tanamannya mati karena tercemar oleh minta, karenanya ia akan menuntut pemberian kompensasi. Meski demikian, Saripudin belum bisa menjelaskan langkah apa yang ditumpuhnya dalam menuntut ganti rugi tersebut.
Kerugian materi juga dialami warga lain bernama Jajang. Ia mengaku mobil Daihatsu Zebra miliknya rusak di bagian belakang dan samping lantaran tersembur api.
Menurut Jajang, kala insiden terjadi mobil miliknya tengah terparkir 100 meter dari lokasi kejadian. Ia pun menuntut ganti rugi atas rusaknya mobil seharga Rp 30 juta tersebut.
"Yang rusak pada bagian belakang dan samping body mobil karena tersembur api. Sekarang tidak dipakai lagi," ujar Jajang. "Waktu itu saya lagi kerja, mobil terpaksa dipindahin sama warga. Saya minta ganti rugi, dulu saya beli mobil itu seharga Rp 30 juta."
Sementara itu, seluruh kerugian yang dialami warga akibat kebakaran ini juga telah didata oleh pengurus RW 1, Cecep Irfan. Berdasarkan data tersebut, ada sawah seluas 100 tumbak yang tercemar, lalu 1 unit mobil dan 3 toren warga yang rusak.
Cecep mengaku telah berkoordinasi dengan perwakilan KCIC soal penghitungan kerugian ini. Kemarin Ibu Miranti, perwakilan dari PT CREC (kontraktor proyek kereta cepat) sudah bilang kepada pengurus RW didata saja kerugian yang dialami warga, nanti datanya diserahkan," ungkap Cecep.
(wk/Bert)