Operator KCIC yang Tewas Sempat Peringatkan Rekannya Sebelum Pipa Pertamina Meledak
Nasional
Kebakaran Pertamina

Insiden meledaknya pipa Pertamina di lokasi pekerjaan Kereta Cepat Jakarta Bandung PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) telah menewaskan satu orang pekerja.

WowKeren - Insiden meledaknya pipa milik Pertamina pada Selasa (22/10) menewaskan satu orang pekerja. Korban merupakan warga negara asing (WNA) yang menjadi operator kendaraan berat dalam pengerjaan proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Kapolsek Cimahi Selatan Kompol Sutarman menyebutkan bahwa sebelum ledakan terjadi, korban sempat memberikan peringatan pada rekan-rekannya. Ia mengarahkan agar mereka lari menyelamatkan diri. "Sebelum api ke atas dan meledak, dia (operator) mengarahkan yang lain menjauh dari lokasi," kata Sutarman di lokasi, Rabu (23/10).

Petugas pemadam yang mendapat laporan ini segera mengerahkan 25 armada. Diketahui, ada 13 orang pegawai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut, 10 orang merupakan warga negara Indonesia sedangkan sisanya WNA.

Meski api sulit dipadamkan mengingat minyak dalam pipa terus mengalir, namun akhirnya bisa padam sedikit demi sedikit. Petugas kemudian meminta Pertamina menutup aliran bahan bakar dalam pipa.


Insiden ini sempat menarik perhatian Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Anggota DPR RI Fraksi PDIP TB Hasanuddin meminta agar proyek tersebut dihentikan sementara waktu.

Pasalnya sedari awal, proyek tersebut dikatakannya memang sudah banyak menuai kontroversi. "Sejak awal wacana pembangunan proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) ini sudah banyak masalah," kata Hasanuddin dilansir dari Detik, Kamis (24/10).

Ia juga mempertanyakan tenaga asing yang disebut-sebut profesional. "Lah ini katanya pekerja profesional, diimpor dari China tapi kok memasang tiang pancang ke pipa Pertamina saja meledak. Artinya, dia tak paham wilayah," tegas Hasanuddin.

Lebih jauh, ia menilai bahwa proyek tersebut tidak efektif dan justru hanya menghabiskan uang negara. "Lalu untuk apa membangun proyek ini yang jelas-jelas menghamburkan anggaran untuk keperluan yang urgensinya tidak jelas," lanjutnya.

Sementara itu, Pertamina memastikan bahwa pihaknya sudah mematuhi prosedur yang berlaku dalam menempatkan pipa mereka sesuai dengan jarak aman. "Safety factor sekitar 3 meter dari tempat," kata VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman di Gedung Pertamina, Jakarta, Selasa (22/10).

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts