Pipa milik Pertamina meledak hingga tewaskan satu orang. Penyebabnya disinyalir karena ada hantaman bor akibat pelaksanaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 24 Oktober 2019 - 12:54 WIB
WowKeren - Insiden meledaknya pipa minyak milik Pertamina pada Selasa (22/10) di Tol Padalarang menewaskan satu orang pekerja. Pipa tersebut meledak usai dihantam bor akibat pelaksanaan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) di Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.
Usai insiden itu, Pertamina terus melakukan sterilisasi di lokasi kejadian. Unit Manager Communication & CSR PT Pertamina MOR III Dewi Sri Utami menuturkan bahwa pihaknya bahkan tidak mendapat laporan jika ada aktivitas pengeboran di situ.
Ia menuturkan bahwa antara Pertamina dengan kontraktor sudah terjalin nota kepekatan terkait proyek tersebut. Dalam notulen rapat yang dibuat dalam dua bahasa itu, juga membahas mengenai peta pipa Pertamina. Hal-hal semacam itu harus secara jelas disampaikan karena pihak kontraktor harus mengantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan mengingat di situ ada pipa.
"Koordinasi proyek tersebut dilakukan, ada tercatat dalam notulen rapat yang dibuat dalam 2 bahasa. Saat koordinasi juga disampaikan peta pipa," tutur Dewi dilansir dari Pikiran Rakyat, Kamis (24/10). "Kenapa harus terkoordinasi ya karena ketika ada pipa Pertamina maka kontraktor harus sudah antisipasi atas hal yang tidak diinginkan. Namun, untuk kegiatan kemarin tidak ada izin yang disampaikan kepada kami."
Adapun batas minimal untuk pengerjaan proyek terhadap jarak pipa Pertamina adalah sejauh 3-5 meter. Dewi belum bisa memastikan berapa jarak pipa tersebut dengan proyek yang tengah dikerjakan. "Untuk di lokasi ini belum tahu jaraknya, apakah tepat atau tidak sesuai. Nanti kami lihat setelah dibersihkan," ucapnya.
Lebih jauh, ia menyebut dalam kasus ini pihak Pertamina juga menjadi korban. Sebab, kebakaran pipa yang terjadi akibat pengerjaan proyek merugikan Pertamina. "Pada kejadian ini, Pertamina juga sama menjadi korban dengan masyarakat karena kebakaran pipa yang terkena proyek tersebut," lanjut Dewi.
Untuk mencegah kerugian yang lebih besar, pihak Pertamina sudah menghentikan sementara aliran pipa BBM. "Penanganan dan penyedotan BBM dilakukan menunggu sampai lokasi sudah dingin, tidak berbahaya," jelas Dewi.
(wk/zodi)