Menkes Terawan Siap Atasi Tingginya Harga Obat dan Alat Kesehatan
Nasional

Sudah dilantik sebagai Menteri periode 2019-2024, Menkes Terawan Agus Putranto bersiap untuk mengatasi sejumlah permasalahan kesehatan seperti tingginya harga obat.

WowKeren - Presiden Joko Widodo telah melantik Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia di periode 2019-2024 pada Rabu (23/10) lalu. Kini Menkes Terawan langsung menyatakan akan fokus membenahi empat masalah kesehatan yang berada di Indonesia.

Permasalahan tersebut merupakan amanat langsung dari Presiden Jokowi untuk segera diselesaikannya. Menkes Terawan mengungkapkan ada dua isu utama yang perlu segera diselesaikannya yaitu masalah stunting atau kurang gizi dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Izinkan saya menyampaikan arahan Presiden. Sesaat sebelum dilantik, beberapa isu kesehatan yang diamanatkan untuk diselesaikan," kata Menkes Terawan saat dijumpai di Acara Sertijab Menteri Kesehatan di Kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (24/10). "Ada 2 yang utama yaitu masalah stunting dan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional)."

Masalah kurang gizi pada 2024 ditargetkan menurun menjadi 20 persen dari tahun ini sebesar 27,6 persen. Menteri Kesehatan sebelumnya Nila Moeloek berhasil menurunkan angka warga yang terkena kurang gizi sekitar 10 persen selama lima tahun menjabat.


Tidak hanya itu, Terawan juga ditantang untuk segera menyelesaikan dua isu lainnya. Isu tersebut adalah harga obat dan alat-alat kesehatan yang dinilai masih sangat tinggi sehingga masyarakat semakin sulit untuk mendapatkan akses kesehatan.

"Ini menjadi arahan langsung dari Presiden jadi saya harus sampaikan untuk diselesaikan dengan baik," kata Terawan. "Masalah kesehatan lainnya yang sempat dibahas adalah masalah harga obat dan alat kesehatan yang tinggi dan masih rendahnya alat kesehatan buatan dalam negeri."

Terawan juga mengapresiasi langkah Nila Moeloek yang sebelumnya berhasil meningkatkan cakupan JKN dan juga terobosan soal bahan baku obat buatan Indonesia. Hal ini sebagai langkah mengatasi biaya obat dan alat kesehatan yang tinggi akibat bahan baku masih berasal dari luar negeri.

"Pada era Bu Nila sudah dijalankan JKN saya menyadari sepenuhnya tantangan yang dihadapi," jelas Terawan. "Tapi tadi saya bangga sekali karena ternyata Ibu Nila sudah memulai dengan produksi dengan sudah adanya 15 bahan baku obat buatan Indonesia. Hal-hal yg disampaikan presiden akan menjadi fokus utama untuk segera diupayakan solusinya."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait