Beberapa pihak mengaki pesimis terkait terpilihnya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Sebaliknya mantan programmer Gojek justru mendukung Nadiem bahkan sebelum terpilih jadi Mendikbud.
- Nidya Putri
- Jumat, 25 Oktober 2019 - 10:09 WIB
WowKeren - Mantan CEO sekaligus pendiri Gojek Nadiem Makarim telah resmi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Indonesia Maju. Meski banyak menerima sambutan yang baik di kalangan masyarakat, tak sedikit pihak yang pesimis akan sistem kerja Nadiem sebagai Mendikbud.
Namun, pandangan berbeda dilontarkan oleh Alamanda Shantika Santoso yang merupakan mantan emak programer Gojek. Justru ia tidak kaget jiak Nadiem ditunjuk sebagai Mendikbud.
Perempuan yang kerap disapa Ala ini bahkan sudah memprediksi hal itu terjadi. "Empat bulan lalu sempat memimpikan Nadiem menjadi menteri," katanya.
Awalnya, perempuan kelahiran Jakarta ini menganggap bahwa mimpinya tersebut hanya sekadar bunga tidur. Namun anehnya mimpi tersebut telah terjadi sampai tiga kali sehingga keyakinan pun kian bertambah setelah Nadiem menghubunginya untuk diajak bertemu dan berdiskusi.
"Sempat diskusi soal SDM dan pemerintahan ke depannya bagaimana," terangnya. "Dia nanya-nanya karena aku di Watimpres."
Diketahui jika nama Nadiem memang sudah lama masuk bursa calon menteri. Namun banyak pihak yang memprediksinya akan menjadi menteri ekonomi kreatif karen latar belakangnya.
Karenanya, banyak pihak yang terkejut saat Jokowi menunjuknya sebagai Mendikbud. Namun hal itu tak membuat Ala terkejut, pasalnya pria lulusan Harvard itu memang punya perhatian khusus pada dunia pendidikan.
"Waktu aku keluar Gojek, Nadiem pernah bilang 'This time i let you fly'. Loe masuk sana (dunia pendidikan), ntar gue nyusul," katanya. Bahkan saat Gojek berdiri, Nadiem sempat mengatakan keinginannya agar startup yang dibangunnya itu menjadi tempat bagi masyarakat Indonesia belajar.
Bahkan tak ada yang tahu jika Nadiem juga pernah membuka bimbingan belajar (bimbel). "Nadiem pernah membuat bimbel sebelum bikin Gojek. Bimbelnya bantuin orang yang masuk Harvard dan top university," ungkap Ala. "Passion-nya memang di education. Dasar hatinya memang pendidikan. Jadi nggak kaget dia jadi Mendikbud."
Ala juga yakin jika Nadiem bisa melakukan transformasi di kementeriannya. Hal tersebut amat penting dilakukan guna mengubah mindset orang-orang di pemerintahan.
"Perusahaan konvesional telah bicara soal transformasi. Tapi di pemerintah belum kedengaran banget," tegasnya. "Padahal pemerintah yang menjalankan negara ini, harusnya terdepan."
(wk/nidy)