Diketahui, Direktur Utama PT Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin telah diangkat menjadi wakil menteri.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 28 Oktober 2019 - 10:20 WIB
WowKeren - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan akan segera menyiapkan pengganti Direktur Utama PT Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo dan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin. Diketahui, keduanya telah mengemban tugas baru sebagai wakil menteri.
Untuk posisi tersebut, Erick menyebut akan menyiapkan masing-masing tiga kandidat. Untuk itu, ia akan berkoordinasi dengan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Para kandidat tersebut akan dilihat sepak terjangnya sebelum diputuskan layak atau tidak mengemban amanah menjadi dirut.
"Nanti, tetap harus dikonsultasikan kepada Pak Presiden. Pasti masing-masing posisi untuk satu posisi kan tiga," tutur Erick di Gedung PUPR, Jakarta Selatan, Sabtu (26/10). "Nanti ditentukan mana yang terbaik, dilihat track record-nya, dilihat juga hal-hal yang lain nanti dipilih."
Nantinya, jabatan tersebut akan ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). "Kalau Bank Mandiri sudah mau RUPS. Ada prosesnya, kalau tidak malah menyalahi," lanjut Erick.
Sebab, perusahaan yang memiliki status Tbk memiliki prosedur khusus untuk penunjukan direksi, yakni selama 45 hari. Terkait berbagai perubahan yang ada di BUMN, Erick siap berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Gubernur Bank Indonesia (BI).
"Jangan sampai nanti dibilang tidak ada koordinasi," jelas mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf tersebut. "Dirut juga harus menjadi bagian sinergisitas yang tidak hanya di tingkat kementerian, tapi juga ekosistem swasta."
Sebelumnya, Erick menyatakan siap untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh di kementerian BUMN. Ia berniat mengembalikan citra baik BUMN di mata publik, mengingat akhir-akhir ini banyak pimpinan BUMN yang terjerat kasus korupsi.
"Hal ini penting, karena saya tidak mau good corporate government (GCG) di BUMN hanya sebuah lip service (ucapan semata)," kata Erick dilansir dari CNN Indonesia, Senin (28/10). "Sudah banyak sekali hal-hal yang sudah terjadi yang saya rasa kurang baik buat citra BUMN."
(wk/zodi)