Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang menilai bahwa esensi Sumpah Pemuda adalah kesamaan visi dan misi sebagai rakyat Indonesia terlepas dari latar belakang masing-masing.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 28 Oktober 2019 - 10:49 WIB
WowKeren - Hari ini, Senin (28/10) segenap rakyat Indonesia memperingati hari bersejarah nasional, Sumpah Pemuda. Komisi Pemberantasan Korupsi berbicara mengenai makna peringatan 91 Tahun Sumpah Pemuda.
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menilai bahwa esensi Sumpah Pemuda adalah kesamaan visi dan misi sebagai rakyat Indonesia. Setiap warga negara memiliki visi dan misi yang sama untuk membawa Indonesia ke arah depan yang lebih baik, terlepas dari masing-masing latar belakang mereka.
"Esensi dari Sumpah Pemuda adalah kesamaan visi-misi tanpa kecuali tentang apa peran kita dan latar belakang," kata Saut dilansir dari Okezone, Senin (28/10). "Tentang menuju seperti apa Indonesia di masa depan dari situasi resource yang kita miliki dan hadapi saat ini."
Lebih jauh, ia menyebut visi dan misi Sumpah Pemuda melebihi konstitusi negara. "(Pada) 1945 (kemerdekaan Indonesia) adalah esensi lain dari Sumpah Pemuda yang diartikan beyond dari soal-soal administrasi negara. Di mana, 1928 kita sudah memiliki value melebihi hanya sekadar undang-undang, peraturan, kode etik, dan seterusnya," jelasnya.
Untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membersihkan negeri ini dari praktik korupsi. Pemerintahan yang bersih dari korupsi sangat diperlukan untuk menopang perjalanan Indonesia untuk berkembang ke arah yang lebih baik. Untuk itu, ia mengajak segenap rakyat untuk berpartisipasi membersihkan Indonesia dari korupsi yang merugikan negara.
"Oleh sebab itu, mari memulai membersihkan negeri ini melebihi dari sekadar batasan UU, peraturan, kode etik, guna melanjutkan nilai yang kita miliki dan pahami tentang integritas bangsa yang jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, sederhana, berani, dan adil dalam segi penegakan hukum," terang Saut. "Utamanya hukum hukum antikorupsi yang akan mengawal mimpi negeri ini di masa depan."
(wk/zodi)