BNPT Sebut Indonesia Waspada Pasca Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi Tewas
Nasional

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan Indonesia akan waspada setelah Pemimpin ISIS Abu Bakar Al Baghdadi dinyatakan tewas dalam operasi serangan tentara AS.

WowKeren - Amerika Serikat telah menyatakan jika pihaknya berhasil membunuh pemimpin jaringan terorisme terbesar di dunia yang menyebut diri mereka Negara Islam atau ISIS yaitu Abu Bakar al-Baghdadi. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Indonesia angkat berbicara mengenai kabar tewasnya al-Baghdadi.

Kepala BNPT Suhardi Alius mengatakan jika saat ini Pemerintah Indonesia akan waspada pasca kematian dari al-Baghdadi. Menurut Suhardi, kematian dari pemimpin ISIS tersebut dapat memunculkan dampak di Timur Tengah yang juga dapat berpengaruh pada situasi dalam negeri.

"Kita sudah mendengar itu (kematian Baghdadi), tapi kita harus tetap tidak boleh meremehkan, kita memperhatikan apa yang akan terjadi setelah ini," kata Suhardi usai menandatangi kesepakatan dengan Maroko terkait terorisme, Senin (28/10). "Kita harus hati-hati, karena itu akan berdampak.

"Karena sekarang ini semua masalah berdampak global, kejadian di Timur Tengah berdampak pada dalam negeri (Indonesia)," sambung Suhardi. "Seluruh dunia, saya rasa buka cuma di Indonesia. Tadi Maroko juga menyampaikan itu, permasalahan tersebut juga menjadi permasalahan nasional mereka."


Suhardi lantas mengatakan Indonesia akan segera melakukan kerjasama dengan sejumlah negara lainnya untuk mengatasi serta mencegah dampak negatif kematian al-Baghdadi. BNPT disebutkan akan segeran mengirim tim ke Irak dan Suriah untuk memantau perkembangan terkini pasca kematian al-Baghdadi.

Lebih lanjut Suhardi menjelaskan pentingnya ideologi dari bangsa Indonesia untuk ditunjukkan ke dunia terkait permasalahan terorisme. Nantinya, pihaknya juga akan menanti penanganan selanjutnya dari Amerika Serikat dalam menangani konflik terorisme di Suriah tersebut yang sudah menyebar dan mengacam banyak negara.

"Jadi, ideologi kan ada. Kita masih menanti progress-nya, bagaimana setelah diumumkan oleh Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, kita juga akan mengikuti," terang Suhardi. "Kita akan kerja sama terus dengan kementerian terkait termasuk, perwakilan Indonesia di luar negeri, di perbatasan Suriah, Irak."

"Kita akan kerja sama, kita akan kirim tim untuk meniai situasi terakhir bagaimana," sambung Suhardi. "Ini berhadapan dengan ideologi, jadi kita tidak boleh lengah sama sekali, mereduksi kalau bisa tanpa perlu ribut-ribut, bagaimana mentralisir itu semua dan bagaimana treatment yang pas."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait