Seorang polisi di Indramayu menemukan bangunan yang diduga candi ditemukan di areal perkebunan di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Sebelumnya, ia mengaku bertemu sosok misterius yang menunjukan lokasi candi.
- Wahyu
- Selasa, 29 Oktober 2019 - 13:24 WIB
WowKeren - Struktur bangunan yang mirip candi ditemukan di sebuah perkebunan di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Menariknya, terdapat goresan tapak anjing di batu bata bangunan tersebut yang sama dengan goresan di situs Candi Bojong Menje Karawang.
Bangunan tersebut pertama kali ditemukan oleh anggota Polsek Lelea, Brigadir Rusmanto bersama Yayasan Tapak Karuhun Nusantara. Sebelumnya, Brigadir Rusmanto mengaku kerap kali didatangi seseorang berpakaian Budha yang menunjukkan lokasi candi tersebut.
Rusmanto mengatakan bahwa sosok tersebut berpakaian seperti Budha dan terkesan misterius. "Kadang sendiri, kadang bawa anak-anak. Pakaianya ya seperti orang Budha, selesai ngobrol hilang," kata Rusmanto.
Tak hanya sekali, orang berpakaian Budha itu berkali-kali mendatangi dirinya semenjak tahun 2007 hingga sekaran. "Obrolanya seputar lokasi, titik, dan permintaan untuk merawat tempat tersebut," ungkap Rusmanto.
Akan tetapi, Rusmanto tak menghiraukan pesan dari orang misterius yang sering mendatanginya itu. Namun, saat Yayasan Tapak Karuhun Nusantara datang ke Indramayu untuk meneliti, ia memberanikan menyampaikan informasi tersebut.
Pihak Yayasan Tapak Karuhun Nusantara awalnya tidak percaya karena tidak ada dalam catatan. "Awalnya enggak percaya, karena menurut mereka tidak ada dalam catatan. Akhirnya kami datang ke tempat tersebut," terang Rusmanto.
Brigadir Rusmanto dan Yayasan Tapak Karuhun Nusantara akhirnya mendatangi lokasi tersebut pada Jumat (25/10) malam untuk mengetahui kebenaranya. Akhirnya, mereka berhasil menemukan bata bergoreskan telapak kaki anjing dan struktur bangunan yang diduga candi. "Titiknya dari petunjuk seseorang Budha itu," ujar Rusmanto.
Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Dedi Musashi, mengatakan bahwa tapak kaki anjing pada batu bata itu merupakan tanda perbatasan suatu wilayah. Selain kaki anjing, tanda tersebut bisa berupa kaki hewan lainnya seperti gajah dan harimau. "Tanda itu juga ditemukan di candi-candi Budha lainnya," jelas Dedi.
Selain itu, menurut Dedi, penemuan ini menarik karena tidak ada dalam catatan sejarah bahwa di Kabupaten Indramayu pernah berkembang agama Budha. "Ini menarik sebab tidak ada catatan sejarah yang menyatakan bahwa agama Budha pernah berkembang di Kabupaten Indramayu. Candi pun tak pernah ditemukan," ungkapnya yang dilansir Pikiran Rakyat pada Senin (28/10).
Setelah ditemukannya situs candi tersebut, Rusmanto mengaku sosok misterius yang berpakaian layaknya biksu itu tidak lagi mendatanginya. "Yang datang itu seorang berpakaian seperti biksu. Ada lelaki ada perempuan. Tapi setelah saya temukan orang itu sudah tidak pernah datang lagi," kata Rusmanto.
(wk/wahy)