Bocah Ini Ditemukan Sedang Peluk Jasad Sang Ibu Selama 3 Hari
Nasional

Seorang bocah asal Makassar, Sulawesi Selatan ini ditemukan dengan kondisi yang memprihatinkan. Balita tersebut disebutkan telah memeluk jasad sang ibu selama 3 hari.

WowKeren - Seorang bocah yang masih berusia 2 tahun ditemukan dengan kondisi yang memprihatinkan di dekat jasad sang ibu di sebuah kos kawasan Bontonompo, Tamalate, Makassar. Bocah perempuan itu disebutkan telah memeluk dan menemani jasad sang ibu selama 3 hari.

Menurut keterangan dari Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel, kondisi jasad ibu bocah tersebut telah membusuk. Ibu tersebut bernama Marni dan selama ini memang diketahui sering hanya tinggal bersama putri kecilnya lantaran sang suami kerap pergi dinas.

"Penemuan mayat sudah membusuk di Jalan Bontonompo. Tragisnya itu dipeluk sama anaknya selama tiga hari," kata Karumkit RS Bhayangkara Polda Sulsel Kombes Farid Amansyah saat dimintai konfirmasi, Senin (28/10). "Jadi ditemukan dia itu dalam keadaan memeluk mamanya yang meninggal menurut anggota Dokpol (dokter kepolisian) yang ke sana."

Kini pihak kepolisian langsung merawat bocah tersebut secara intensif. Perawatan ini dilakukan untuk mengatasi bakteri yang menyebar dari jasad sang ibu dalam kamar kos tersebut.


Kepolisian pertama mendapat laporan ini dari warga setempat sekitar pukul 16.30 WITA pada Senin (28/10). Warga melapor setelah curiga dengan bau menyengat dari kamar tersebut. Apalagi, warga juga mengaku sudah tidak melihat Marni dan putrinya dalam 2 hari terakhir.

Polisi langsung melakukan pemeriksaan terkait meninggalnya Marni. Berdasarkan pemeriksaan sejauh ini, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan terkait meninggalnya Marni di kamar kos tersebut.

Sementara itu Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar, Andi Tenri mengatakan jika saat ini sang ayah bocah diketahui juga telah menuju RS Bhayangkara Makassar untuk menemani putrinya setelah mendengar kabar ini. Rencananya, bocah tersebut nantinya juga akan menjalani pemeriksaan secara psikologis demi mengatasi rasa trauma yang telah dialaminya tersebut.

"Saat ini kan polisi masih sementara menyelidiki, lalu sudah ada Bapaknya di sana," kata Andi Tenri. "Saya rencana, karena kita ada relawan psikolog, baru berhubungan untuk mengecek kapan kita akan melihat anak ini, untuk memantau, itu yang akan kita lakukan sebagai inisiatif. Maksudnya akan melakukan trauma healing untuk proses mentalnya."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait