Menkominfo Johnny G Plate mengaku mempertimbangkan berbagai opsi lain sebelum mengambil kebijakan pembatasan akses internet. Kendati demikian ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi pengguna internet.
- Elvariza Opita
- Selasa, 29 Oktober 2019 - 14:01 WIB
WowKeren - Era baru sektor Komunikasi dan Informatika (Kominfo) di Indonesia sudah dimulai. Pasalnya pucuk pimpinan sektor tersebut diketahui telah beralih kepada politikus Partai Nasional Demokrat Johnny G Plate.
Salah satu yang menjadi pertanyaan banyak pihak usai Johnny menjabat adalah perihal pembatasan akses internet. Seperti diketahui, sepanjang masa kepemimpinan Rudiantara, Kemenkominfo sudah melakukan tiga kali pembatasan akses internet. Ketiganya terjadi ketika aksi massa 22 Mei 2019, konflik Papua, serta kerusuhan Wamena.
Tak ayal pertanyaan ini pun sempat dilemparkan kepada Johnny. Menariknya, Johnny justru balik melempar "ancaman" usai diberi pertanyaan seperti itu. Mengapa?
Awalnya Johnny menyebut tak akan memblokir akses layanan internet selama konten yang ada tidak membuat resah masyarakat. Ia pun berharap agar platform digital yang ada digunakan dengan cara yang baik.
Setelah itulah, Johnny melemparkan "ancaman"-nya. Ia mengancam agar tak ada pengguna internet yang memanfaatkan akses untuk menyebarkan hoaks atau informasi meresahkan masyarakat serta merusak budaya bangsa.
"Yang pertama, tentu pilihan saya tidak ada pembatasan," ungkap Johnny saat ditemui di Jakarta, Senin (28/10). "Supaya enggak ada pembatasan, jangan buat kacau, jangan buat melanggar hukum."
Lebih lanjut, Johnny pun memastikan pemerintah selalu menghormati kebebasan berpendapat dan berekspresi. Pasalnya kedua hal tersebut telah dilindungi oleh konstitusi. Hanya saja, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) harus menjadi faktor pertimbangan.
"Tetapi konstitusi juga memastikan bahwa kebebasan berekspresi pendapat kita dengan tetap menghormati hak warga negara lainnya," pungkasnya. "Dengan tetap menjaga keutuhan negara atau situasi kamtibmas setempat."
Pada kesempatan yang sama, Johnny pun turut memberikan pandangannya soal jaringan internet generasi kelima (5G). Menurutnya Indonesia masih memerlukan beberapa tahun lagi untuk bisa mengadopsi jaringan tersebut.
Pandangan ini didasarkan pada kondisi jaringan yang belum merata di Tanah Air. Oleh karena itu, jaringan seperti 2G, 3G, dan 4G harus merata terlebih dahulu sebelum 5G mulai diimplementasikan.
"Kalau ambisi, kita juga ingin. Tapi ada tahapannya," ungkapnya, dilansir Kompas. "Masih ada di wilayah kita yang 2G, 3G, 4G (belum merata). Selesaikan semuanya dengan baik dulu."
(wk/elva)