Anak sulung dari Presiden Joko Widodo yakni Gibran Rakabuming mantap menyalonkan diri di Pemilihan Wali Kota Solo. Namun, pengamat berpendapat ia bisa kalah dengan sosok Didi Kempot.
- Wahyu
- Sabtu, 02 November 2019 - 10:12 WIB
WowKeren - Gibran Rakabuming telah menyampaikan keseriusannya untuk maju menjadi Calon Wali Kota (Calwalkot) Solo melalui PDIP. Bahkan, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu sudah meminta restu kepada Megawati Soekarnoputri untuk melancarkan tujuannya tersebut.
Meskipun Gibran sudah cukup populer di masyarakat dan memiliki potensi untuk menang, Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai bahwa Gibran bisa saja kalah salam ajang Pilwalkot Solo tahun 2020 nanti. Salah satu penyebab kekalahannya yakni apabila putra Presiden Jokowi itu melawan tokoh populer lain, contohnya Didi Kempot.
"Karena itu, jika ditanya apakah bisa kalah ? Ya bisa," ungkap Hendri yang dilansir dari Kompas pada Sabtu (2/11). "Oleh siapa? Tokoh yang populer, siapa itu? Didi Kempot misalnya."
Menurutnya, kondisi seperti ini bisa terjadi karena masyarakat bisa saja kecewa dengan kecenderungan politik dinasti keluarga Jokowi. Sebab, meski baru berniat mengajukan diri sebagai Bakal Calon Wali Kota Solo, langkah Gibran saat ini dinilai sudah menimbulkan sentimen politik dinasti.
Sikap masyarakat yang enggan bila ada politik dinasti itu diprediksi akan memenangkan lawan politik Gibran. Peluang kekalahan Gibran pun akan semakin besar apabila sosok tersebut merupakan tokoh yang dikenal baik oleh masyarakat Solo.
"Bisa jadi kekecewaan orang Solo terhadap adanya politik dinasti ini lalu diarahkannya ke tokoh lain, misalnya nanti Didi Kempot," kata pendiri Lembaga Survei Kedai Kopi ini. "Orang kan berpikir, 'Ketimbang saya malas (memilih), ya sudah saya pilih Didi Kempot saja sekalian', kan bisa jadi begitu."
Sementara itu, Gibran mengaku bahwa alasan dirinya ingin maju sebagai Calon Wali Kota Solo adalah karena ia ingin membantu lebih banyak orang. Oleh karena itu, ia memilih jalur politik untuk mewujudkan keinginannya itu.
"Misal saya punya CSR. Saya punya les Inggris gratis muridnya sudah ribuan," ungkapnya. "Kalau saya cuma jadi pengusaha, yang bisa saya bantu cuma ribuan saja. Kalau saya bisa masuk politik, yang bisa saya bantu ya kalau di Solo 600 ribu orang melalui kebijakan saya," tutur Gibran.
(wk/wahy)