Ini Sosok Kader PDIP Dewi Tanjung Pelapor Novel Baswedan, Ternyata Sering Bikin Laporan Polisi
Nasional
Kasus Penyerangan Novel Baswedan

Kader PDIP Dewi Tanjung menilai bahwa terdapat banyak kejanggalan dalam kasus penyiraman air keras Novel Baswedan. Salah satunya adalah efek air keras yang tidak sampai merusak pipi Novel.

WowKeren - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, diketahui telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang wanita yang bernama Dewi Tanjung. Novel dilaporkan atas tudingan merekayasa kasus penyiraman air keras terhadap dirinya sendiri.

Menurut Dewi, terdapat banyak kejanggalan dalam kasus penyiraman air keras Novel. Salah satunya adalah efek air keras yang "hanya" merusak bagian mata Novel. Dewi berpendapat bahwa air keras tersebut seharusnya juga berdampak merusak hingga bagian pipi Novel.

"Ada beberapa hal janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV, bentuk luka, perban, dan kepala yang diperban. Tapi, tiba-tiba malah mata yang buta," tutur Dewi pada Rabu (6/11). Telah melaporkan Novel ke polisi hingga membuat heboh, siapa sebenarnya Dewi?

Wanita berusia 39 tahun tersebut dikenal sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Dewi tercatat merupakan calon legislatif (caleg) DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat V pada Pemilu 2019 lalu. Sayangnya, Dewi hanya bisa meraup 7.311 suara dan gagal masuk ke Senayan.


Selain itu, ini bukan pertama kalinya Dewi melaporkan tokoh penting ke polisi. Sebelumnya, Dewi pernah melaporkan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Habib Rizieq, serta Bachtiar Nasir ke Polda Metro Jaya dengan tudingan percobaan makar pada 14 Mei 2019 lalu.

Laporan Dewi atas ketiga tokoh tersebut dilayangkan pada masa Pemilu 2019. Kala itu, Amien sempat menyerukan agar tidak menggugat hasil Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Alih-alih, Amien menyuarakan people power untuk menindak dugaan kecurangan dalam Pilpres.

Habib Rizieq juga disebut Dewi sempat menyuarakan people power. Kala itu, Dewi membawa alat bukti berupa CD yang berisi orasi Amien, Rizieq, dan Bachtiar yang dinilai mengandung unsur makar.

"Orasinya Bapak Amien Rais di depan KPU tanggal 31 Maret waktu demo. Waktu itu saya sempat lihat makanya saya laporkan. Habib Rizieq waktu itu saya lihat di video yang beredar di WhatsApp group, dia menyerukan people power dan meminta Jokowi turun," tutur Dewi. "Bachtiar Nasir saya lihat di YouTube. Dia menyerukan revolusi-revolusi, berkali-kali."

Selain ketiga tokoh itu, Dewi juga melaporkan politisi PAN Eggi Sudjana dengan tudingan yang sama. Dewi melaporkan Eggi lantaran sempat berpidato dengan menyinggung people power pula.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts