Begini Sikap PWNU Soal Imbauan Salam Lintas Agama MUI Jatim
Nasional

PWNU Jatim turut buka suara menanggapi imbauan salam lintas agama yang disampaikan oleh MUI Jatim beberapa waktu lalu. Menurut PWNU Jatim, pihaknya tak akan melarang dan juga tak menganjurkan untuk melakukan hal tersebut.

WowKeren - Imbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim agar pejabat tidak mengucapkan salam seluruh agama saat sambutan di acara resmi menjadi polemik. Hal ini pun menimbulkan perdebatan di sejumlah kalangan.

Untuk masalah tersebut, PWNU Jatim pun turut buka suara. Menurut Katib Syuriah PWNU Jatim KH Syafrudin Syarif mengatakan pihaknya tidak melarang pengucapan salam seluruh agama.

Salam yang diucapkan ke seluruh agama ini dinilai bisa dilakukan demi kemaslahatan umat. Hal ini disampaikannya setelah melakukan pembahasan permasalahan ini dengan nilai-nilai fikih.

Kiai Syafrudin menambahkan jika penyampaian salam lintas agama sejatinya telah dilakukan sejak zaman Nabi Adam. "Keputusan Bahtsul Masail PWNU Jatim tentang hukum salam lintas agama, Islam itu agama rahmatan, Islam sebagai agama rahmatan selalu menebarkan pesan-pesan kedamaian di tengah manusia," katanya di Sekretariat PWNU Jatim, Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya, Selasa (12/11).


"Pesan kedamaian dalam wujud menebarkan salam secara verbal juga telah menjadi tradisi agama tauhid sejak Nabi Adam alaihissalam yang terus diwarisi hingga sekarang," sambungnya. Tradisi ini sendiri juga dilakukan pada zaman Nabi Ibrahim hingga Nabi Muhammad.

"Demikian pula sebagian generasi sahabat setelahnya, karena demikian menjadi sangat wajar tradisi menebarkan salam sebagai pesan kedamaian menjadi tradisi universal manusia lintas adat, budaya, dan agama dengan berbagai model cara dan berbagai dinamika zamannya," imbuh Kiai Syafrudin.

Sementara itu, soal pejabat membacakan salam lintas agama saat memberi sambutan, Kiai Syafrudin menganjurkan untuk mengucap salam Islam. Namun, jika salam lintas agama tersebut dibutuhkan dalam menjaga persatuan dan kemaslahatan umat maka hal tersebut tidak apa-apa diucapkan. Sayangnya, hal tersebut bukan berarti Salam lintas agama dianjurkan untuk senantiasa diucapkan.

"Pejabat muslim dianjurkan mengucapkan salam dengan kalimat assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh atau diikuti dengan ucapan salam nasional seperti Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semua, dan semisalnya," paparnya. "Demikian juga dalam kondisi dan situasi tertentu demi menjaga persatuan bangsa dan menghindari perpecahan pejabat muslim juga diperbolehkan menambahkan salam lintas agama."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait