Ketua Fraksi PAN DKI Jakarta Lukmanul Hakim menyayangkan langkah Pemprov DKI Jakarta yang menebang pohon demi alasan revitalisasi trotoar. Hal itu dinilainya kurang tepat.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 13 November 2019 - 14:14 WIB
WowKeren - Partai Amanat Nasional (PAN) menyoroti langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait penebangan pohon di trotoar. Ketua Fraksi PAN DKI Jakarta Lukmanul Hakim menilai bahwa hal-hal semacam itu terjadi karena lemahnya perencanaan pemerintah.
Seharusnya, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) membicarakan kemajuan Jakarta dan menyiapkan desain jangka panjang jika memang benar-benar ingin menata ibu kota. "Seharusnya SKPD harusnya duduk bareng, membicarakan untuk kemajuan Jakarta dan juga harus ada grand desain jangka panjang," kata Lukman melalui keterangan tertulis, Rabu (13/11).
Ia pun menyayangkan sejumlah pohon yang harus ditebang. Pasalnya, penebangan pohon di area trotoar juga dikeluhkan oleh warga. Tidak adanya pohon yang rindang menyebabkan kondisi di trotoar lebih panas dan kurang nyaman untuk pejalan kaki.
Lukman menilai bahwa pemerintah tidak benar-benar berkomitmen untuk membangun Jakarta. Perencanaan yang lemah, dikatakan Lukman sudah menjadi kebiasaan Pemprov.
"Kami sangat menyayangkan pemotongan pohon, seharusnya tidak terjadi seperti ini," lanjut Lukman. "Lemahnya perencanaan, sudah menjadi tradisi Pemprov copy paste setiap perencanaan, kelihatannya Pemprov tidak serius membangun Jakarta yang lebih maju."
Penebangan pohon ini pun sempat menuai kontroversi. Meski demikian, Pemprov DKI beralasan bahwa pohon yang ada selama ini sudah keropos sehingga bisa merusak saluran drainase.
Sementara itu, ahli tata kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga, menilai penebangan pohon dengan alasan revitalisasi trotoar tidaklah tepat. Pemprov seharusnya justru bisa menata dan memelihara pohon-pohon yang sudah ada.
"Gubernur Anies Baswedan harus segera memerintahkan jajarannya untuk menghentikan penebangan pohon," kata Nirwono dilansir dari Detik, Rabu (13/11). "Pemprov DKI Jakarta harus melakukan audit dan registrasi pohon."
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi menuturkan bahwa penebangan pohon dilakukan karena kondisi pohon yang sudah tua dan rapuh. Sehingga atas dasar alasan keselamatan, pohon harus diganti. "Pohon sudah tua, yang ke jalanan di-toping (pangkas bagian atas), ada dipotong, kan masuk musim penghujan," kata Irwandi masih dilansir dari Detik.
(wk/zodi)