Jenazahnya Sempat Ditolak Warga, Pelaku Bom Polrestabes Medan Akhirnya Dimakamkan
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Jenazah pelaku bom bunuh diri di Polrestabes Medan sempat ditolak oleh sejumlah warga. Namun, ia akhirnya berhasil dimakamkan di dekat rumah keluarganya pada malam hari

WowKeren - Bom bunuh diri yang terjadi di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11) lalu menggegerkan banyak warga. Kejadian tersebut menewaskan seorang pelaku yakni Rabbial Muslim Nasution (RMN) dan 6 orang korban lainnya terluka.

Namun, jenazah pelaku bom bunuh diri tersebut sempat ditolak oleh beberapa warga di Medan. Penolakan tersebut disampaikan oleh tokoh agama Kota Medan yang bernama Ustaz M Sofyan.


"Saya secara gamblang menolak terduga bom bunuh diri itu dikuburkan di Kota Medan," tutur Sofyan pada Minggu (17/11). Tokoh agama itu mengklaim bahwa penolakan tersebut mewakili suara masyarakat Medan.

Meski begitu, akhirnya jenazah RMN berhasil dimakamkan pada Senin (18/11) malam kemarin di dekat rumah keluarganya. Sebelumnya, RMN disalatkan di Mushola Taqwa, Jalang Jangka, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah.

Kepala Lingkungan di rumah keluarga RMN di Jalan Jangka, Poetra mengatakan bahwa jenazah RMN tiba di musala sekitar pukul 18.45 WIB. Kedatangannya di musala di dekat rumahnya itu sesuai permintaan pihak keluarga dan masyarakat setempat. Usai disalatkan, jenazah RMN kemudian langsung dibawa ke pemakaman.

Petra mengatakan bahwa RMN pernah menjadi ketua remaja masjid di tempat itu. "Kebetulan dia pernah ketua remaja mesjid di situ. Mungkin kawan-kawannya atau adik-adiknya ingin dia disalatkan di situ," katanya yang dilansir Kompas pada Senin(18/11).

Mengenai adanya sekelompok warga yang menolak pemakaman RMN, Poetra mengatakan hal tersebut adalah wajar karena aksi terorisme merupakan sesuatu yang dikecam. Namun, warga yang menolak tersebut bukan warga desa setempat.

"Itu wajar. Kebanyakan kalau saya lihat tadi bukan warga setempat," kata Poetra kepada wartawan. "Tapi warga tidak ada yang menolak RMN dimakamkan di sini," jelasnya.

Sementara itu, menurut penuturan Poetra, masyarakat setempat sebenarnya sangat menyayangkan dan kecewa terhadap tindakan RMN. Mereka mengetahui bahwa RMN berubah setelah berumah tangga.

Menurut Poetra, usai menikah, RMN berubah karena didoktrin oleh keluarga istrinya yang sempat mengikuti suatu pengajian. "Semacam didoktrin oleh keluarga istrinya yang sebelumnya ikut pengajian yang saya tak bisa mengatakannya," ujar Poetra.

Oleh sebab itu, dirinya mewakili keluarga RMN meminta maaf yang sebesar-besarnya terutama kepada korban yang terluka dan masih dirawat. Ia pun meminta maaf kepada pemerintah dan masyarakat atas tindakan RMN itu. "Semoga tidak terulang lagi khususnya di wilayah kita," pungkasnya.

You can share this post!

Related Posts