Guru Ngaji Pelaku Bom Bunuh Diri Medan Diringkus Polisi
Nasional
Teror Bom Polrestabes Medan

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Agus Andrianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan sebanyak 23 orang terduga teroris di Sumut dan Aceh. Termasuk guru ngaji pelaku bom bunuh diri Medan yang berinisial SA .

WowKeren - Pihak kepolisian terus mengusut kasus bom bunuh diri di Polrestabes Medan yang terjadi pada Rabu (13/11) pekan lalu. Tim Densus 88 Antiteror dan Polda Sumatera Utara bahkan telah meringkus guru ngaji berinisial SA yang diduga menjadi guru spiritual pelaku bom bunuh diri tersebut.

"Guru mengaji dari pelaku RMN juga sudah ditangkap," terang Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, pada Senin (18/11). Selain itu, Agus juga mengaku bahwa sebanyak 23 terduga teroris sudah diamankan di Sumut dan Aceh.

Para terduga teroris tersebut masih berkaitan dengan jaringan bom bunuh diri yang dilakukan oleh RMN. "Semua ditahan di Rutan Polda Sumut," ungkap Agus.

Menurut Agus, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada saat ini, banyak orang yang mempelajari agama melalui media sosial. Bukannya belajar langsung kepada imam-imam yang ada di Indonesia.


Meski demikian, Agus tidak menjelaskan secara rinci apakah kelompok teror ini memiliki target lain. Ia hanya menyebut bahwa para pelaku teror dapat melakukan berbagai tindakan dan sasarannya bisa di mana saja.

"Mungkin tempat ibadah atau fasilitas umum lainnya," kata Agus. "Tujuannya memancing kericuhan sehingga membuat suasana tidak aman."

Di sisi lain, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengungkapkan bahwa Polri telah menetapkan tersangka sejumlah 46 orang. Ke-46 orang tersangka ini termasuk para terduga teroris yang telah diamankan di Sumut.

Sementara itu, 23 orang terduga teroris yang telah diamankan Polda Sumut disebut tergabung dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kelompok teroris yang bertanggung jawab atas kasus penyerangan terhadap mantan Menko Polhukam Wiranto. Bersama mereka, turut diringkus pula pimpinan kelompok dengan inisial Y. Dari ke-23 orang tersebut, sebanyak dua di antaranya terpaksa ditembak mati oleh aparat karena mencoba kabur.

"Untuk wilayah Sumut, ini yang memiliki keterkaitan langsung dengan jaringan JAD," kata Dedi, dilansir Detik News. "Amirnya adalah Y. Jaringannya meliputi Sumut dan Aceh ada 23 orang."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts