Polisi turut buka suara terkait Dewi Tanjung yang melaporkan Novel Baswedan karena diduga merekayasa kasusnya. Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot mengatakan ada kemungkinan laporan Dewi dihentikan jika tak ada bukti kuat.
- Nidya Putri
- Selasa, 19 November 2019 - 10:36 WIB
WowKeren - Tetangga Novel Baswedan, Yasri Yudha Yahya melaporkan Politikus PDIP Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya pada hari Minggu (17/11). Pelaporan ini merupakan buntut tudingan Dewi Tanjung yang mengatakan jika kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK itu hanya rekayasa.
Terkait laporan Dewi yang diserahkan ke polisi, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menyebut tak menutup kemungkinan menghentikan laporan yang dibuat oleh politikus PDIP Dewi Tanjung terkait dugaan rekayasa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Laporan tersebut akan dihentikan jika penyidik tak memiliki bukti yang cukup.
"Prinsipnya kalau tidak terbukti ya kita akan hentikan," kata Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (18/11). Gatot mengatakan jika hingga kini penyidik masih mendalami laporan yang dibuat oleh politikus PDIP tersebut.
Selain itu, penyidik juga masih mencari letak unsur pidana dalam laporan tersebut. "Jadi sekarang masih proses klarifikasi masih proses penyelidikan, secepatnya kita akan melakukan ini apakah ada atau tidak dan sekarang sedang ditangani oleh Dirkrimsus," tuturnya.
Sebelumnya, laporan Dewi tersebut telah teregister dengan nomor laporan LP/7171/XI/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus. Dalam laporannya, Dewi menyebut Novel melakukan pelanggaran Pasal 26 ayat (2) juncto Pasal 45 A Ayat (2) UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 14 A ayat 1 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.
Sementara itu, tetangga Novel Baswedan menyayangkan sikap politikus PDIP tersebut sehingga melaporkannya balik ke polisi. "Saya selaku warga dan pelapor, kenapa kok masih ada ada orang yang dengan teganya menyampaikan bahwa kasus penyiraman Novel Baswedan adalah rekayasa," tutur Yasri kepada awak media di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (17/11). "Saya mengetahui persis bagaimana mukanya (Novel)."
(wk/nidy)