Kembangkan Mesin Anjungan Data Mandiri, Mendagri Ajukan Anggaran Rp 15 Miliar
Nasional

Kemendagri akan mengembangkan mesin Anjungan Data Pribadi (ADM) yang akan memudahkan masyarakat untuk mencetak data pribadi tersebut. Untuk mewujudkannya maka Mendagri mengajukan anggaran sebesar Rp 15 miliar ke pemerintah.

WowKeren - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan jika kementeriannya akan mengajukan anggaran sebesar Rp 15 miliar guna mengembangkan mesin Anjungan Data Mandiri (ADM). Pengembangan mesin tersebut untuk mencetak berbagai dokumen kependudukan.

Persiapan mesin cetak ini menurut Tito masih dalam ketersediaan blanko bagi masyarakat yang akan mengganti KTP elektronik. "Masalah blanko yang kurang, memang problemanya adalah, saya melihat blanko ini dinamis," ujar Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/11).

"Misalnya kalau kita, ada yang belum kawin, setelah itu jadi kawin, otomatis dia ganti KTP menjadi kawin statusnya," lanjutnya. Kekurangan blanko sendiri adalah masalah yang selalu ditemui oleh Kemendagri. Karenanya pihak Tito mematok anggaran sebesar Rp 15 Miliar untuk mengembangkan mesin ADM.


Lebih lanjut, Tito mengatakan jika anggaran tersebut telah diajukan ke Komisi II DPR dan Kementerian Keuangan. Alasan mengapa pihaknya meminta anggaran dalam jumlah besar, dikarenakan jika anggaran berkurang, maka akan berimbas pada kekurangan ketersediaan blanko dokumen kependudukan. "Daripada minta ngepas, terus tiba-tiba kurang, kasian rakyat nanti yang perlu layanan cepat ternyata blankonya kurang," pungkasnya.

Sebelumnya, Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) meluncurkan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Direktur Jenderal Dukcapil Kemendagri Zudan Arid Fakrulloh menyampaikan jika ADM ini adalah tempat layanan untuk masyarakat mencetak berbagai dokumen dukcapil, mulai dari KTP elektronik, akta lahir, kartu keluarga, kartu identitas anak (KIA), hingga akta kematian.

"Permohonan dari masyarakat bisa disampaikan secara langsung ke dukcapil atau melalui daring," ujar Zudan dikutip dari keterangan pers-nya, Jumat (15/11) lalu. Ia menambahkan jika setelah masyarakat mengajukan permohonan, mereka bisa langsung mencetak dokumen yang diperlukan melalui mesin ADM tersebut.

Inovasi ADM sendiri dirancang khusus agar masyarakat bisa mencetak dokumen dukcapil dengan cepat, mudah, gratis, dan berstandar sama. "Cukup dari ADM, (mencetak dokumen) tidak perlu ke kantor dukcapil. Sistem ini bekerja dengan pengaman NIK, pin, dan QR code," tutupnya.

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait