Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menyebut bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingkar janji karena telah melakukan penggusuran.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 19 November 2019 - 13:24 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali menjadi sorotan terkait penggusuran yang dilakukan di kawasan Sunter, Jakarta Utara. Puluhan warga Sunter mengaku adalah pendukung Anies saat kampanye yang disebut sempat berjanji tidak akan melakukan penggusuran.
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono pun kembali mengkritik kebijakan Anies tersebut. Ia menyebut bahwa Anies telah ingkar janji.
Terkait hal ini, Partai Gerindra menolak tegas tudingan Gembong. Wakil Ketua DPRD Fraksi Gerindra M Taufik menegaskan bahwa Anies tidak pernah berjanji tidak akan melakukan penggusuran untuk menata ibu kota. "Enggak. Enggak ada janji enggak ada penggusuran," ucap Taufik, Selasa (19/11).
Ia mengatakan bahwa langkah penggusuran walau bagaimanapun juga akan selalu diperlukan ketika tanah yang ditempati warga adalah tanah ilegal. Oleh sebab itu, ia menilai wajar jika ada warga yang keberatan dengan kebijakan penggusuran tersebut.
"Setahu saya enggak ada (janji) makanya tergantung lokasinya apa, tanah siapa itu?" tegas Taufik. "Biasa aja kalau protes masyarakat mah biasa. Biasa aja."
Sebelumnya, Gembong menuturkan bahwa saat debat pada Pemilihan Gubernur DKI lalu, Anies sempat menolak konsep penggusuran untuk mengantisipasi banjir yang digagas olah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. kala itu, Ahok menilai bahwa tidak mungkin menata Jakarta tanpa penggusuran.
"Ahok pernah katakan dalam debat kampanye, dulu, untuk tata Jakarta tidak mungkin tanpa penggusuran," kata Gembong, Senin (18/11). "Tapi kan tidak konsisten akhirnya, apa yang diucapkan tidak konsisten. Faktanya hari ini Pak Anies melakukan penggusuran."
Sehingga, apa yang dilakukan Anies sekarang berbeda. Menurutnya, omongan Anies yang menolak konsep penggusuran saat kampanye Pilgub DKI lalu hanya untuk mendapatkan simpati masyarakat. "Apa yang diucapkan saat kampanye itu hanya lips service untuk mendapatkan simpati masyarakat," tegas Gembong.
(wk/zodi)