13 Destinasi Ini 'Dihindari' Pada 2020, 2 Wisata Andalan Indonesia Ikut Disebut
Nasional

Media Fodor's Travel merilis 13 destinasi yang sebaiknya dihindari pada 2020 mendatang. Dua di antaranya adalah Pulau Komodo di Nusa Tenggara Timur dan Pulau Bali yang merupakan kawasan andalan Indonesia.

WowKeren - Media wisata asal Amerika Serikat, Fodor's Travel baru saja meluncurkan daftar destinasi wisata yang sebaiknya dihindari pada 2020 mendatang. Bertajuk "No List", daftar itu memuat 13 destinasi wisata, yang menariknya mencantumkan pula dua lokasi melancong andalan Indonesia.

Adalah Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur dan Bali yang dicantumkan dalam No List tersebut. Padahal, seperti diketahui, keduanya termasuk tempat wisata andalan di Tanah Air. Lantas apa alasan Pulau Komodo dan Bali masuk dalam daftar tersebut?


Dilansir dari laman Kompas, rupanya Pulau Komodo masuk dalam daftar itu karena biaya wisata yang terlampau murah. Bukan karena wisatawan mancanegara "menyombongkan diri", namun biaya murah yang dipatok dikhawatirkan membuat aspek kelestarian hewan langka di pulau tersebut terabaikan.

Seperti diketahui, hewan komodo menjadi daya tarik utama pulau tersebut. Wisatawan banyak berkunjung lantaran komodo adalah hewan langka yang hanya bisa ditemui di Indonesia. Namun biaya wisata yang terlalu murah menyebabkan banyak pihak mengkhawatirkan nasib para komodo itu ke depannya.

"Pemangku kebijakan di Indonesia pada awalnya berencana untuk menutup Pulau Komodo selama satu tahun dari Januari 2020," tulis Fodor's Travel. "Tetapi membatalkan inisiatif itu setelah menentukan bahwa komodo yang hidup di sana tidak terancam oleh campur tangan wisatawan terhadap perilaku dan habitat mereka."

Namun demikian, media itu tetap mengajak turis untuk lebih mempertimbangkan kedatangan mereka ke Pulau Komodo. Apalagi karena saat ini UNESCO turut mengawasi pengelolaan wilayah tersebut.

Sementara itu, Bali masuk dalam daftar tersebut karena masalah kebersihan. Tumpukan sampah ditimbulkan akibat adanya pariwisata massal di Bali, yang sayangnya belum bisa ditangani dengan baik.

"Badan Lingkungan Hidup Bali mencatat bahwa pulau itu menghasilkan 3800 ton sampah setiap hari, dengan hanya 60 persen berakhir di tempat pembuangan sampah," tulis media tersebut lewat situs resminya. "Sebuah pengamatan yang jelas bagi siapa pun yang mengunjungi pulau itu."

Selain itu, masalah kelangkaan air bersih akibat masifnya pembangunan juga turut disoroti oleh media tersebut. Serta perilaku turis yang tak senonoh dan kurang menghargai kawasan suci di pusat peribadatan juga menjadi alasan media itu memasukkan Bali dalam "No List".

"Wisatawan yang mengunjungi situs-situs keagamaan dengan mengenakan pakaian renang," tutur Fodor's Travel. "Memanjat situs-situs suci dan umumnya tidak menghormati adat dan norma budaya."

You can share this post!

Related Posts
Loading...