Erick Thohir Bakal Angkat 5 Pejabat Baru Usai 'Babat' Eselon BUMN
Nasional
Jokowi Pangkas Pejabat Eselon

Menteri BUMN Erick Thohir memutuskan untuk membabat seluruh pejabat eselon I, alias deputi dan sesmen, di kementeriannya. Langkah ini pun menjadi sorotan banyak pihak.

WowKeren - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi pusat perhatian nasional beberapa waktu belakangan. Pasalnya sang menteri menjadi salah satu "pembantu" Presiden Joko Widodo yang paling kencang berlari.

Sebagai pengingat, Erick diketahui telah mengajak dua tokoh yang cukup tak disangka untuk menjadi petinggi BUMN. Yakni eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok dan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chandra Hamzah.


Kini Erick kembali menjadi sorotan karena menyapu bersih jajaran eselon I di Kementerian BUMN. Namun setelah membabat penghuni eselon, Erick kini dikabarkan akan melantik lima pejabat baru sebagai pengganti.

Informasi ini dibenarkan oleh Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga. Menurutnya lima pejabat itu akan menempati tiga posisi deputi, satu Sekretaris Kementerian dan satu Inspektorat Jenderal.

"Ya belum, kan dua minggu aku bilang dari hari ini," kata Arya di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (19/11). Dengan demikian, para pejabat baru tersebut akan dilantik pada awal Desember 2019.

Menurut Arya, nantinya para pejabat itu akan diberi tugas baru. Tiga deputi yang akan dilantik ditugaskan menangani urusan administrasi dan satu Irjen akan bertanggung jawan dalam mengawasi internal BUMN.

"Wakil Menteri akan mengurusi bisnis (perusahaan BUMN)," jelas Arya, dilansir dari Kompas. "Deputi mengurusi administrasi."

Di sisi lain, langkah "ekstrem" yang ditempuh Erick ini turut mendapat tanggapan dari mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu. Menurut Said, langkah yang diambil Erick memang tak biasa dan radikal. Namun demikian, menurutnya, langkah itu menunjukkan tekad Erick untuk memberikan terobosan dan sentuhan baru pada Kementerian BUMN.

"Saya memaklumi langkah tersebut. Justru kalau terus sinambung, artinya kebijakan sebelumnya akan lanjut," terang Said, seperti dilansir CNBC Indonesia pada Selasa (19/11). "Memang hanya langkah radikal dan cepat yang bisa selamatkan BUMN saat ini."

You can share this post!

Related Posts
Loading...