Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa kebijakan untuk tidak melakukan impor senjata dari negara lain sudah diterapkan sejak dulu saat ia menjabat sebagai Menhan.
- Zodiak Yanuarita
- Sabtu, 23 November 2019 - 16:57 WIB
WowKeren - Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mendukung rencana Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk tidak mengimpor senjata dari luar negeri. Sebab menurutnya, hal yang perlu ditingkatkan adalah sumber daya tentaranya.
Ia menilai bahwa secanggih apapun senjata yang dimiliki, tetap tidak akan bisa memberikan hasil yang maksimal jika SDM yang menggunakannya kurang cakap. Oleh sebab itu, alih-alih membeli senjata baru, pemerintah seharusnya bisa lebih fokus untuk membenahi kualitas prajurit.
"Yang penting orangnya, the man behind the gun," kata Ryamizard di Gedung Lemhannas, Sabtu (23/11). "Sehebat-hebatnya alat, orangnya enggak benar, ya enggak benar (menggunakan senjata)."
Ia menuturkan bahwa kebijakan untuk tidak mengimpor senjata sudah diterapkan sejak dulu saat dirinya menjabat sebagai Menhan. Oleh sebab itu, ia ingin agar Prabowo juga menerapkan hal serupa. "Saya dari dulu seperti itu. Kan saya laksanakan itu dari dulu," lanjutnya.
Sebab menurutnya, industri alutsista dalam negeri masih bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan persenjataan untuk prajurit RI. Bahkan, industri tersebut masih bisa dikembangkan lebih baik lagi. Ia kembali menegaskan kembali bahwa dirinya tidak pernah membeli senjata dari luar negeri.
"Iya industri dalam negeri," lanjut Ryamizard. "(Peluangnya) banyak dong. Kan saya nggak pernah beli-beli alat dari luar negeri."
Sebelumnya, Jokowi meminta Prabowo untuk menyediakan alutsista yang mampu mengantisipasi perubahan cepat teknologi persenjataan. Ia tidak ingin jika persenjataan yang dimiliki Indonesia ketinggalan zaman.
"Jangan sampai pengadaan alutsista dilakukan dengan teknologi yang sudah usang," kata Jokowi di Jakarta, Jumat (22/11). "Ketinggalan, dan tidak sesuai corak peperangan pada masa mendatang."
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antarlembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa Prabowo tidak akan main-main dengan anggaran negara. Sebab, anggaran untuk pertahanan berkaitan dengan kedaulatan bangsa. "Menhan tidak akan main-main dengan belanja alutsista karena terkait dengan kedaulatan Indonesia," kata Dahnil dilansir CNN Indonesia, Sabtu (23/11).
(wk/zodi)