Sosok Mendikbud Nadiem Makarim tengah menjadi sorotan lantaran disebut akan memberikan 'gebrakan' baru dalam dunia pendidikan. Karena itu Presiden Jokowi pun memberikan kewenangan penuh untuk mencapai tujuan tersebut.
- Nidya Putri
- Senin, 25 November 2019 - 18:47 WIB
WowKeren - Sosol Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memang kerap menjadi sorotan. Karena usianya yang muda, banyak pihak yang menantikan berbagai "gebrakan" yang akan dihasilkannya untuk dunia pendidikan.
Bahkan Presiden Joko Widodo pun mengharapkan akan ada perubahan drastis dalam pendidikan Indonesia. Oleh karena itu, Jokowi memberikan kewenangan penuh Nadiem untuk mengubah paradigma dan kurikulum pendidikan.
"Pak Nadiem diberikan kewenangan penuh oleh Presiden," kata Pramono di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/11). "Bahkan dalam rapat terbatas hal itu disampaikan beliau untuk mengubah paradigma kurikulum, tata cara belajar-mengajar."
Pidato yang disampaikan oleh Pramono ini merupakan tanggapan dari pidato Nadiem pada hari Guru Nasional beberapa waktu yang lalu. Seperti yang diketahui, pidato mantan bos Gojek itu sempat viral hingga membuat orang yang membaca transkripnya tersentuh.
Dalam pidato tersebut, menteri termuda di Kabinet Indonesa Maju itu meminta para guru untuk melakukan perubahan dalam mengajar tanpa menunggu aba-aba atau perintah. Ia juga meminta agar guru mengajak para siswanya untuk berdiskusi dan memberikan kesempatan agar muridnya untuk mengajar.
Pramono menambahkan jika Presiden akan memberi dukungan penuh kepada Nadiem jika hendak mengubah kurikulum yang memungkinkan perubahan-perubahan tersebut. "Sehingga memberikan kegembiraan kepada siswa untuk belajar dan tidak dijejali dengan tugas-tugas yang terlalu berlebihan," ujarnya.
Selain itu, Jokowi telah mempercayakan pos Mendikbud kepada Nadiem agar melakukan perubahan-perubahan itu. Meski tidak memiliki latar belakang di bidang pendidikan, mantan bos Gojek itu diyakini bisa memberikan inovasi bagi pendidikan di Indonesia. "Karena sistem pendidikan kita dianggap masih jauh ketinggalan zaman dan tidak beradaptasi dengan perubahan lingkungan, terutama dengan era digital ini," imbunya.
Sebelumnya, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ikut angkat bicara soal pidato Nadiem yang viral tersebut. Sekjen FSGI Heru Purnomo menilai bahwa isi pidato Nadiem tersebut seolah-olah merupakan bentuk pengakuan dosa dengan banyaknya beban yang selama ini diberikan pada guru.
(wk/nidy)