Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sempat menyinggung soal guru yang banyak diberi beban tugas administratif. Nadiem pun mengatakan bahwa ia akan memangkas berbagai regulasi demi perbaikan tata kelola guru.
- Wahyu
- Selasa, 26 November 2019 - 15:58 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu, pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim di Hari Guru Nasional sempat menjadi viral karena dianggap sangat menyentuh. Dalam pidato tersebut, salah satu yang disinggung oleh Nadiem adalah mengenai guru yang kerap diberi beban tugas administratif yang sebenarnya tak perlu.
Oleh karena itu, Nadiem berencana akan memangkas regulasi yang menghambat produktifitas guru dalam melaksanakan tugas mengajarnya itu. Hal tersebut diungkapkannya seusai acara peringatan Hari Guru Nasional di Jakarta, Senin (25/11) kemarin.
"Macam-macam regulasi yang akan dipangkas," ujarnya yang dilansir Tempo pada Selasa (26/11). "Dari pidato saya kan bisa dilihat garis besarnya. Detailnya masih kami sisir bersama dirjen dan stafsus, peraturan mana saja yang akan disederhanakan," katanya.
Sebelumnya, dalam pidato tersebut Nadiem mengatakan bahwa guru masih terbelenggu dengan sejumlah aturan administrasi. Pendiri Gojek itu juga menyebut "guru merdeka" dan "guru penggerak" sebagai dua poin penting pada peringatan Hari Guru Nasional tahun ini.
Menurutnya, makna dari "guru merdeka" yakni guru dan murid di sekolah atau unit pendidikan punya kebebasan berinovasi, melakukan kegiatan belajar mengajar secara mandiri dan kreatif. Ia pun mengajak para guru mulai melakukan perubahan dari ruang kelas.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menurut Nadiem, akan membentuk guru penggerak minimal satu di setiap sekolah. Hal ini karena para guru harus menyadari perannya sebagai penggerak dan pemerintah harus mendukung mereka. "Dari sisi regulasi dan birokrasi harus kita bantu juga, tugas kita itu banyak," tuturnya.
Meskipun begitu, pidato Nadiem juga tak lepas dari kritikan. Salah satunya adalah kritikan dari Fadli Zon yang mengatakan bahwa dalam pidato tersebut, Mendikbud itu tak memberikan kesejahteraan guru sebagai perhatian utama.
Fadli menyayangkan Nadiem sebagai Mendikbud yang justru tidak menyinggung masalah kesejahteraan guru. Apalagi, pidato tersebut disebarkan dalam peringatan Hari Guru Nasional yang seharusnya memberikan semangat bagi semua pihak, terutama pemerintah untuk menghormati, mengapresiasi, dan meningkatkan kesejahteraan guru.
(wk/wahy)