Sejumlah rute penerbangan harus ditutup karena alasan sepi penumpang. Adapun harga avtur yang tinggi sebut-sebut sebagai penyebab mahalnya harga tiket pesawat.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 26 November 2019 - 16:00 WIB
WowKeren - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa salah satu faktor penyebab mahalnya tiket pesawat adalah karena tingginya harga avtur. Terkait hal ini, PT Pertamina (Persero) pun memberikan tanggapan.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menegaskan bahwa harga avtur yang dibanderol Pertamina sudah kompetitif. Seperti diketahui, sejumlah rute penerbangan terpaksa harus ditutup karena sepinya penumpang. Sepinya penumpang disebut-sebut karena mahalnya harga tiket pesawat.
"Mengenai harga, kita, kalau dari angka yang ada, hari ini kita sediakan avtur untuk airline Indonesia di airport luar negeri," kata Nicke di Jakarta, Selasa (26/11). "Jadi kita punya perbandingan harga, bagaimana antara harga di Indonesia dengan kilang luar. Dari gambaran itu, kita yakini harga avtur Pertamina sudah cukup kompetitif."
Tak hanya itu, Nicke juga menekankan bahwa harga pasaran yang dibanderol oleh Pertamina sudah mengikuti aturan dari pemerintah. Tak hanya avtur, harga solar dan BBM pun juga akan dievaluasi secara berkala. "Tiap dua pekan (dievaluasi) dan ada formulanya. Harga avtur, BBM dan solar. Itu pakai formula yang ditetapkan pemerintah. Kita ikuti aturan saja," lanjut Nicke.
Ia kemudian berbicara mengenai harga avtur di Indonesia Timur. Nicke mengakui jika pihaknya cukup tertantang untuk membuat harga avtur di Indonesia timur lebih kompetitif. Sebab, hal itu tak lepas dari kondisi infrastruktur di sana yang berbeda.
"Kami sadari di Indonesia timur infrastrukturnya sulit," ujar Nicke. "Dibandingkan negara tetangga yang nggak ada pulau terluar. Jadi kami loading-unloading nya berkali-kali."
Kondisi infrastruktur sangat mempengaruhi harga jual bahan bakar. Semakin sulit infrastruktur maka akan semakin banyak pula biaya yang harus dikeluarkan untuk mendistribusikannya. Ia mencontohkan avtur yang dipasok dari Cilacap harus dibawa ke terminal BBM menggunakan kapal.
Dari situ BBM akan dikirim lagi menggunakan truk ke pelabuhan kecil. "Lalu pakai truk lagi baru sampai ke airport kecil. Jadi kita harus bangun infrastruktur untuk bisa menekan cost itu," tambahnya.
(wk/zodi)