Mendikbud Nadiem Makarim memprotes Sri Mulyani terkait anggaran pendidikan yang besar, namun tak dipegang langsung olehnya. Menjawab protes tersebut, Menteri Keuangan ini justru bersenandung lagu ini.
- Wahyu
- Kamis, 28 November 2019 - 15:24 WIB
WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mukyani baru saja menghadiri acara Kompas 100 CEO Forum di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta pada Kamis (28/11). Dalam acara tersebut, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa ia sempat diprotes oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang kebetulan hadir juga dalam acara tersebut.
Sri Mulyani mengaku sering diprotes Nadiem Makarim lantaran sering mengatakan anggaran pendidikan lebih besar dibandingkan anggaran infrastruktur. Namun, dana yang besar tersebut tidak dipegang langsung oleh Kemendikbud.
"Besar tapi tidak dipegang langsung," katanya yang dilansir dari Kumparan pada Kamis (28/11). "Karena dana untuk pendidikan di-distribute ke Kementerian/Lembaga atau pemerintah daerah."
Menurut Sri Mulyani, anggaran pendidikan dalam APBN 2020 senilai Rp 508 triliun. Namun, dana sebesar itu tidak dipegang langsung oleh Kemendikbud, melainkan didistribusikan ke kementerian dan lembaga lain. Sementara itu, anggaran infrastruktur di 2020 senilai Rp 423 triliun.
Mantan Direktur World Bank ini pun membantah protes tersebut. Sri Mulyani kemudian mengatakan bahwa selain memberikan anggaran, pemerintah juga menyalurkan sejumlah insentif pendidikan. Misalnya, pembiayaan dalam bentuk dana abadi beasiswa LPDP dan juga riset.
Oleh karena itu, wanita kelahiran Lampung itu meminta Nadiem mengelola dana tersebut. "Untuk Nadiem, i put all the resources and instrument. Its all up to you how to use itu," ujar Sri Mulyani.
Ia pun menyampaikan bahwa dukungan pemerintah untuk pendidikan tak harus melulu berbentuk fresh money. Ketika menyampaikan pesan tersebut, Sri Mulyani sembari menyenandungkan lagu milik Jessie J yang berjudul "Price Tag".
"Its not about money, money, money. Its not about money, money, money. But you to deliver," katanya sambil bersenandung. "APBN dan Fiscal is an instrument, bukan tujuan," katanya.
Sementara itu, dalam acara tersebut, Nadiem menjelaskan soal SDM pendidikan. Ia memberikan sambutannya sebelum Sri Mulyani datang. Selain kedua menteri tersebut, ada pula Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto.
(wk/wahy)