Dua Guru Besar Hukum USU melaporkan maskapai Lion Air ke Polresta Banda Aceh karena merasa telah ditipu. Pelaporan ini bermula karena 2 profesor ini tertinggal pesawat yang jadwalnya tiba-tiba berubah.
- Nidya Putri
- Kamis, 28 November 2019 - 16:09 WIB
WowKeren - Dua orang Guru Besar Hukum Universitas Sumatera Utara (USU), Profesor Tan Kamelo dan Profesor Sunarmi melaporkan maskapai Lion Air ke Polresta Banda Aceh. Pelaporan ini disebabkan karena kedua orang tersebut merasa ditipu.
Pasalnya, baik Tan dan Sunarmi ditinggal lepas landas oleh pesawat yang akan dinaikinya. Menurut keterangan Tan, ia bersama rekannya hendak berangkat menuju bandara Kualanamu, Sumatera Utara dari bandara Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh dengan jadwal keberangkatan pukul 13.30 WIB dengan boarding pukul 13.00 WIB pada Senin (25/11).
Namun, pada saat itu, mereka tiba di bandara tepat pukul 12.50 WIB. Proses boarding dilakukan kedua orang tersebut, tapi prosesnya ditolak karena alasan pesawat yang ingin mereka tumpangi sudah berangkat pukul 12:00 WIB.
"Kami masuk ke loket. Di dalam kami mendapat penjelasan pesawat sudah berangkat pukul 12.00 WIB, padahal jadwal keberangkatan di tiket pukul 13.30 WIB," jelas Tan. "Yang ditinggal bukan hanya kami, tapi ada 20-an penumpang lainnya ikut ditinggalkan pesawat."
Pihak Kapolresta Banda Aceh Komisaris Besar Polisi Trisno Riyanto mengatakan jika laporan kedua Guru Besar USU tersebut telah diterima. "Mereka melaporkan tindak penipuan," kata Trisno. "Mereka merasa ditipu karena tidak dikasih tahu. Atau jadwal penerbangan tidak sesuai dengan jadwal yang diterangkan dalam tiket itu."
Sementara itu, Area Manager Lion Air Sumatera bagian Utara (Sumbagut), Juli Aspita turut buka suara terkait pelaporan tersebut. Ia mengakui adanya perubahan jadwal keberangkatan.
Perubahan jadwal keberangkatan itu sendiri telah disampaikan via broadcast ke nomor telepon calon penumpang yang tertera di sistem reservasi. Termasuk ke nomor telepon dua guru besar USU itu.
"Iya ada perubahan jadwal keberangkatan, tapi kami sudah informasikan ke nomor telepon yang didaftarkan pada saat reservasi tiket,” ujar Juli dilansir Kumparan, Kamis (28/11).
Perubahan jadwal tersebut disebabkan alasan operasional, namun Juli tidak menjelaskan secara detail alasan tersebut. Karena itu, Juli mengatakan jika pihaknya sedang berupaya untuk proses mediasi dan damai. “Kami masih berupaya untuk bermediasi,” tutupnya.
(wk/nidy)