Penipuan yang menargetkan jamaah haji dan umrah masih marak di Indonesia. Merespon hal itu, MPR pun mengatakan akan merancang gerakan yang bakal dilaksanakan oleh AMPHURI untuk menanggulangi masalah tersebut.
- Nidya Putri
- Senin, 02 Desember 2019 - 09:37 WIB
WowKeren - Kasus penipuan di Indonesia memang kerap terjadi. Mulai dari penipuan biasa hingga penipuan jamaah haji dan umrah. Hal ini lantaran banyak bermunculan biro pelayanan haji dan umrah bodong yang menjerat ribuan calon jamaah.
Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) pun mencanangkan gerakan #safehajiumrah dengan mengembangkan AISYAH (Amphuri Information System Syariah) guna membendung hal tersebut. Soal gerakan pencegahan penipuan ini membuat Wakil Ketua MPR turut buka suara.
“Kami di DPR/MPR menyambut gembira. Sosialisasi #safehajiumrah Ini merupakan jawaban. Meskipun bukan satu-satunya jawaban," ujar Wakil Ketua MPR Arsul Sani usai acara sosialisasi bersama #safehajiumrah, Minggu, (1/12). "Untuk menyetop haji bodong atau haji bodong yang merugikan ribuan masyarakat."
Lebih lanjut, Asrul mengatakan jika langkah ini adalah respon yang diberikan pemerintah terhadap keluhan masyarakat. Program ini juga merupakan suara dari DPR yang konsen dengan penipuan haji dan umroh yang masih ada.
“Memang pemerintah telah merespon ini, kementerian agama melalui program Siskopatuh (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus)," terangnya. "Kemudian kementerian Luar Negeri ada program Safe Travel."
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat DPP AMPHURI Joko Asmoro mengatakan jika AMPHURI akan terus mengedukasi masyarakat muslim terkait berbagai regulasi dalam penyelenggaraan haji dan umrah baik dari pemerintah Indonesia maupun Arab Saudi.
“AMPHURI menggabungkan dua program pemerintah, Siskopatuh dan Safe Travel dengan nama gerakan #safehajiumrah sebagai upaya mewujudkan ibadah haji dan umrah yang nyaman dan aman,” kata Joko.
Sekedar informasi, sosialisasi program ini sendiri akan dilakukan secara serentak di tujuh kota di Indonesia. Mulai dari Jakarta, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya dan Makassar. “Hari ini kami sosialisasikan bersama 427
(wk/nidy)