Ketua MPR Bambang Soesatyo Ditantang Mundur Oleh Katua Fraksi Golkar, Ada Apa?
Nasional

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI yakni Bambang Soesatyo Ditantang Mundur Oleh Katua Fraksi Golkar yaitu Idris Laena dari jabatannya. Apa yang melatarbelakangi hal tersebut?

WowKeren - Bambang Soesatyo merupakan salah satu pejabat tertinggi di Indonesia, dimana saat ini ia menjabat sebagai ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Namun, baru-baru ini, pria yang akrab disapa Bamsoet itu mendapatkan tantangan dari Ketua Fraksi Golkar di MPR, yakni Idris Laena.

Ternyata, alasan mengapa Idris Laena menantang Bamsoet untuk mundur adalah karena ia tetap mencalonkan diri sebagai ketua umum Partai Golkar. Idris mengatakan bahwa Bamsoet sebelumnya telah membuat kesepakatan untuk mendukung Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, sebagai ganti pencalonannya sebagai ketua MPR.

Hal tersebut diungkapkan Idris pada Minggu (1/12) kemarin. "Seyogyanya jika menyatakan akan maju dalam kontestasi dan menantang ketua umum yang telah memberi kepercayaan, maka seharusnya mengundurkan diri dari jabatannya," kata Idris yang dilansir Tempo pada Senin (2/12).

Menurutnya, bagaimana pun alat kelengkapan DPR dan MPR merupakan perpanjangan partai di parlemen. Oleh karena itu, kader yang telah diberi tugas harus menjaga etika dan kepercayaan yang telah diberikan oleh partainya tersebut.


Idris kemudian menyinggung prinsip PDLT yang ada di Golkar yakni Prestasi, Dedikasi, Loyalitas, dan Tak Tercela. Dalam kasus Bamsoet ini, ia menyoroti loyalitas sebagai prinsip yang penting untuk terus dipegang.

"Sampai laporan pertanggungjawaban ketua umum dan dinyatakan demisioner diterima dan disahkan dalam munas," tutur Idris. "Maka tanggung jawab kepengurusan masih ada di tangan ketua umum."

Kemungkinan adanya desakan untuk mencopot Bamsoet dari posisi ketua MPR pun menurut Idris masih ada. Namun, dia sendiri tak tahu apakah keputusan itu akan diambil oleh Airlangga Hartarto atau tidak. "Tergantung kebijakan partai. Sejauh mana ini dianggap tidak loyal," ujarnya.

Sebelumnya, Bamsoet mengaku bahwa ia maju menjadi salah satu calon Katua Umum Partai Golkar karena merasa para pendukungnya diperlakukan tidak adil oleh Airlangga. Padahal, menurut Bamsoet, Airlangga sudah berjanji akan menempatkan pendukung Bamsoet di jabatan tertentu di partai. Bamsoet pun mengakui bahwa sebelumnya terdapat kesepakatan antara dirinya dengan Airlangga.

"Perlu saya jelaskan di sini bahwa komitmen kami berdua dengan Pak Airlangga adalah komitmen semacam gentlemen agreement," kata Bamsoet pada Jumat (22/11). "Jadi kalau kemudian pada akhirnya hari ini saya menyatakan maju (sebagai calon ketua umum) itu karena ada komitmen yang tidak ditunjukkan atau tidak dipenuhi."

(wk/aros)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait