Garuda Ketahuan Selundupkan Harley-Brompton, Negara Rugi Rp1,5 M
Nasional
Dirut Garuda Selundupkan Harley

Maskapai Garuda Indonesia kembali menjadi sorotan karena kedapatan menyelundupkan 18 kotak berisi onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton di lambung pesawat barunya.

WowKeren - Skandal penyelundupan onderdil sepeda motor Harley Davidson dan dua sepeda Brompton lewat armada baru Garuda Indonesia terus bergulir. Yang terbaru, dikabarkan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir akan mencopot Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Ari Askhara.

Lewat sebuah konferensi pers pada Kamis (5/12) sore, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun memaparkan detail penyelundupan tersebut. Menurutnya ditemukan 18 kotak di lambung pesawat tipe Airbus A330-900 NEO itu.


Sebanyak 15 kotak di antaranya berisi spare part Harley Davidson tahun 1972 yang bila ditotal mencapai Rp800 jutaan. Sedangkan tiga kotak lainnya berisi sepeda Brompton beserta aksesoris dengan total harga berkisar Rp50-60 juta per unit.

"Dengan demikian, total kerugian negara potensinya adalah Rp532 juta hingga Rp1,5 miliar," ungkap Sri Mulyani di Jakarta. Selain Sri Mulyani, hadir pula Erick dalam konferensi pers tersebut.

Praktik penyelundupan ini diketahui ketika Dirjen Bea Cukai melakukan pemeriksaan di lambung pesawatnya. Dari pemeriksaan itu ditemukan 18 koli yang keseluruhannya memiliki claimtag sebagai bagasi penumpang.

Lebih rinci, 15 koli dengan onderdil Harley Davidson diklaim atas nama SAW sedangkan sepeda Brompton diklaim atas nama LS. Padahal laporan manifest pesawat yang mendarat di hanggar PT GMF itu menyatakan nil cargo.

Ketika diselidiki lebih lanjut, salah seorang penumpang bernama SAS mengaku barang-barang itu dibeli melalui situs akun belanja online e-Bay. Namun ketika ditelisik lebih jauh, Dirjen Bea Cukai tidak menemukan kontak penjual di situs tersebut.

"Kami tidak dapatkan kontak penjual yang didapat dari e-Bay tersebut," jelas Sri Mulyani, dikutip dari Kompas. "SAS juga punya utang di bank Rp300 juta yang dicairkan Oktober untuk renovasi rumah."

Namun pemeriksaan akan terus dilanjutkan mengingat SAS tidak memiliki minat terhadap Harley Davidson. Pengakuan SAS ini lantas diduga sekadar menutupi pihak lain yang sesungguhnya terlibat.

"Kami akan terus lihat," pungkas Sri Mulyani. "Karena saudara SAS yang kita tahu tidak punya hobi motor tetapi impor Harley. Dia hobinya sepeda."

You can share this post!

Related Posts