Ketua DP-BPIP Megawati Soekarno menghadiri acara Workshop Wawasan Kebangsaan untuk PNS di lingkungan Kemensos, Senin (9/12). Dalam acara tersebut, Mega sempat menyinggung soal penyerangan Wiranto yang terjadi Oktober lalu.
- Nidya Putri
- Selasa, 10 Desember 2019 - 10:25 WIB
WowKeren - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri turut menghadiri acara Workshop Wawasan Kebangsaan untuk PNS di lingkungan Kementerian Sosial pada Senin (9/12). Dalam acara tersebut Megawati sempat menyinggung soal khilafah, PKI, insiden penusukan eks Menkopolhukam Wiranto, hingga PNS radikal.
Menyoroti soal kasus penusukan yang terjadi kepada mantan Menkopolhukam tersebut, Presiden ke-5 RI itu mengatakan betapa mudahnya seseorang menyerang orang lain hanya karena memiliki perbedaan pandangan. "Itu lho kenapa kita rusak. Kalau enggak cocok langsung dibunuh," kata Megawati di Gedung Konvensi TMPN Utama Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (9/12).
"Enggak ngerti saya apa salah Pak Wiranto lho ya," lanjutnya. "Yang nusuk dia belum tentu kenalan Bapak Wiranto, main tusuk."
Ia kemudian menyoroti soal pengamalan sila kedua Pancasila yang mulai luntur saat ini. Yaitu, kemanusiaan yang adil dan beradab. Menurutnya, jika sila ini masih mengakar kuat dalam diri setiap orang maka kasus penyerangan tidak akan pernah terjadi.
"Apa kita sama sekali tidak punya rasa kasih sayang, tidak punya yang namanya perdamaian, tidak punya yang namanya toleransi," ujar Megawati. "Semua orang mencari kepercayaan masing-masing dengan nama agama, kenapa disalahkan."
Tak sampai di situ, ia pun mangatakan jika nilai-nilai Pancasila seharusnya ditanamkan kepada anak sejak dini. Pasalnya, pada beberapa peristiwa teror dan penyerangan ada yang melibatkan anak-anak. Hal ini karena pelaku terorisme akan menanamkan nilai dan pemahaman mereka kepada anak-anaknya.
Lebih lanjut, Ketua Umum PDIP tersebut juga mengingatkan betapa pentingnya ASN untuk menjaga profesionalisme dalam bekerja. Menurutnya, ASN akan berhasil jika seluruh personel solid dan bekerja keras tentunya dengan mengamalkan nilai Pancasila.
"Tunjukkan dengan kapasitas, profesionalisme, kepintaran," tutupnya. "Kan banyak kalau yang saya dengar nanti saling sikut, Ya Allah. Saya berharap semuanya kerja keras, solid, kompak."
(wk/nidy)