Menag Fachrul Razi Bahas Bahaya Ideologi Ekstremisme Saat Kunjungi UEA
Nasional

Menag Fachrul Razi telah melakukan kunjungan kerja ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) dan membahas berbagai persoalan tolerensi dalam kehidupan beragama.

WowKeren - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi telah melakukan kunjungan kerja ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) pada Sabtu (14/12) lalu. Fachrul Razi mengawali kedatangan dengan berkunjung ke General Authority of Islamic Affairs and Awqaf, Abu Dhabi.

Kedatangan Fachrul ke UEA ini untuk membahas berbagai persoalan agama agar dapat saling belajar dari kedua negara. Kepala Badan Urusan Agama Islam dan Wakaf UEA Mohammed Matar Salem bin Abid Alkaabi menjadi pihak UEA yang menerima kunjungan Fachrul.

Fachrul menjelaskan jika kedatangannya ke Abu Dhabi bertujuan untuk saling bertukar pikiran dengan UEA terkait kehidupan beragama. Menurutnya, UEA menjadi salah satu negara yang bisa mengelola toleransi dan harmoni dalam kehidupan beragama.

"Kami berkunjung ke Abu Dhabi ini salah satu tujuannya adalah untuk saling bertukar pikiran tentang manajemen urusan kehidupan keagamaan," kata Fachrul di Abu Dhabi, Minggu (15/12). "Saya kira kita bisa belajar banyak dari bagaimana Abu Dhabi mengelola toleransi dan harmoni dalam kehidupan beragama."


Dalam pertemuan tersebut, Fachrul juga membahas tentang pertukaran keahlian antara Indonesia dan UEA dalam mempromosikan konsep modernisasi beragama. Tak hanya itu, kedua negara juga sama-sama membahas tentang bahaya yang mengancam umat beragama yaitu ideologi ekstremisme.

"Kami membahas rencana pertukaran keahlian dan pengalaman untuk mempromosikan konsep Moderasi Islam dan nilai-nilai toleransi beragama, mempromosikan kesadaran bersama tentang bahaya ideologi ekstremisme," jelas Fachrul. "Dibahas juga sinergi dalam pembangunan kapasitas Imam, penceramah, dan mufti melalui pertukaran praktik pengalaman terbaik dan kunjungan ahli."

Pertukaran keahlian lainnya yang dilakukan Indonesia-UEA meliputi bidang penghafalan (tahfidz), pembacaan (tilawah), dan penafsiran (tafsir) Al Qur'an dan Sunnah, pertukaran pencetakan, publikasi, dan penerjemahan Al Qur'an serta pencetakan hasil-hasil penelitian. Kedua negara juga berencana membangun kerjasama dibidang manajemen seperti pengembangan pengembangan dan investasi wakaf, serta manajemen masjid.

"Kami serius menjalin sinergi dengan UEA. Rancangan Memorandum of Understanding sedang dalam tahap finalisasi," ujar Fachrul. "Semoga paling lambat awal Januari 2020 sudah bisa diteken kedua belah pihak antara Pemerintah RI dan Pemerintah UEA."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait