Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, memastikan bahwa 52 anggota kepolisian yang diduga melakukan tindak kekerasan telah diperiksa oleh Propam Polda Jabar.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 17 Desember 2019 - 10:37 WIB
WowKeren - Penggusuran rumah di RW 11 Kelurahan Tamansari, Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (12/12) pekan lalu menuai banyak kecaman. Pasalnya, para aparat keamanan diduga melakukan tindakan represif terhadap warga yang menolak penggusuran tersebut.
Kericuhan juga sempat mewarnai penggusuran tersebut. Video yang menunjukkan tindak kekerasan dalam aksi penggusuran tersebut bahkan telah viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Polda Jawa Barat pun menyampaikan permohonan maaf mereka. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, memastikan bahwa 52 anggota kepolisian yang diduga melakukan tindak kekerasan dalam pengamanan penertiban kawasan Tamansari tersebut telah diperiksa oleh Propam Polda Jabar.
Kombes Trunoyudo menyebut bahwa dari puluhan petugas, 2 di antaranya diperiksa atas dugaan pelanggaran. "52 orang sudah diperiksa yang melakukan penugasan dalam pengamanan. Sudah dua orang ditentukan dugaan pelanggaran internal," terang Kombes Trunoyudo dilansir Kumparan pada Selasa (17/12).
Lebih lanjut, Kombes Trunoyudo menjelaskan bahwa kedua anggota tersebut kini masih diperiksa secara intensif. Polda Jabar juga masih menunggu hasil sidang terkait dengan dugaan pelanggaran mereka. Kombes Trunoyudo menegaskan bahwa siapa pun anggota yang melakukan pelanggaran akan ditindak.
"Dua orang masih dilakukan pemeriksaan secara intensif," tutur Kombes Trunoyudo. "Polri turut prihatin dan memohon maaf."
Sementara itu, dalam video yang beredar di media sosial tampak seorang pemuda ditangkap dan disodorkan aparat TNI ke kerumunan polisi yang kemudian memukulinya. Video tersebut diunggah salah satunya oleh akun Twitter @alinursahid pada Kamis (12/12) sekitar pukul 15.17.
Melansir CNN Indonesia, pemuda dalam video berdurasi 19 detik tersebut merupakan bagian dari relawan Solidaritas Tamansari Melawan. Pemuda tersebut diketahui bernama Didan.
"Yang korban polisi itu namanya Didan, dia teman kami yang bersolidaritas. Dia bantuin ikut mengangkut barang warga. Kemudian ada perang batu," terang rekan Didan yang bernama Dani dilansir CNN Indonesia pada Selasa (17/12). "Habis itu ditembaki gas air mata."
Menurut pengakuan Dani, Didan kala itu ditangkap oleh anggota Babinsa TNI. Ia kemudian ditarik anggota TNI menuju kerumunan polisi yang memakai tongkat hingga menjadi bulan-bulanan aparat.
"Disodorkannya oleh Babinsa. Dia sudah lari kemudian dipukul lagi," jelas Dani. "Dia lagi pemulihan trauma dan istirahat. Wajahnya banyak lebam."
(wk/Bert)