Direktur Utama PT Waskita Toll Road (WTR) Herwidiakto mengakui sulitnya membuat investor mau menanamkan modal mereka ke proyek tol yang ada di luar Pulau Jawa.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 18 Desember 2019 - 20:13 WIB
WowKeren - Pemerintah kian serius menggarap infrastruktur RI salah satunya bisa dilihat dari proyek pembangunan tol. Tak hanya difokuskan di Pulau Jawa, pembangunan infrastruktur tol juga digalakkan di luar pulau lainnya.
Namun, dibanding Pulau Jawa, proyek tol yang ada di luar pulau lainnya sepertinya tidak cukup menarik bagi para investor untuk menanamkan modal mereka. Hal itu sebagaimana diakui oleh Direktur Utama PT Waskita Toll Road (WTR) Herwidiakto.
Menurutnya, investor pada umumnya mencari proyek-proyek pembangunan yang menguntungkan. "Investor inginnya yang lahan basah-basah. Yang menguntungkan," kata Herwidi di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (18/12).
Sementara itu, pemerintah memerlukan suntikan dana untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur di luar Pulau Jawa. Pemerintah pun melakukan skema bundling atau menggabungkan beberapa proyek ruas tol. Skema bundling dilakukan dengan menyatukan atau paket beberapa ruas tol yang minim lalu lintas dengan tol yang "basah" lalu lintasnya.
Ia kemudian mencontohkan upaya bundling antara tol Palembang Betung dengan tol Trans Jawa. "Misal (tol) Palembang-Betung kurang baik, kita bundling dengan Tol Trans Jawa, dia nggak mau, kalau bundling gitu saja nggak mau beli. Saya kan padahal mau jual. Terpaksa kita (yang pegang)," sebut Herwidiakto.
Ia mengakui bahwa skema bundling semacam ini kurang memberikan dampak yang signifikan agar proyek tol di luar Jawa tetap berjalan. Oleh sebab itu, pemerintah perlu memikirkan cara lain. "Ya dipisah (menjualnya) nilai ini yang kita pakai tapi subsidi, sebenarnya kan sama aja. Dia nggak miliki keduanya. Tapi gain-nya ini yang kita subsidi silang. Sama aja sebenarnya," terang Herwidi.
Hal senada juga disampaikan oleh CEO Road King Expressway International Holdings Limited Willy Chow. Menurutnya, dari semua potensi investasi yang ada di Indonesia, investasi yang ada di Pulau Jawa masih dianggap sebagai yang tertinggi.
"Dari semua potensi Investasi di Indonesia, yang paling berpeluang tentunya adalah Jawa," kata Willy di gedung Kementerian PUPR, Jakarta Rabu, (18/12). "Saya pikir Jawa akan bantu ekonomi Indonesia secara signifikan."
(wk/zodi)