UGM Akan Sahkan Peraturan Rektor Untuk Lawan Kekerasan Seksual
Nasional

Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan segera mengesahkan Peraturan Rektor tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di lingkungan kampus.

WowKeren - Aliansi Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menuntut pihak kampus untuk dengan tegas melawan segala bentuk kekerasan seksual yang terjadi lingkungan perguruan tinggi mereka. Pihak UGM pun kini telah merespons tuntutan dari mahasiswanya.

UGM akan segera mengesahkan Peraturan Rektor tentang Pencengahan dan Penanganan Kekerasan Seksual. Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Alumni UGM Paripurna Poerwoko Sudarga mengatakan jika peraturan tersebut rencananya akan disahkan pada akhir Desember ini.

"Awal Desember (draft peraturan) sudah diserahkan ke Senat dan sekarang bolanya ada di Senat gitu kan," jelas Paripurna saat ditemui di Kompleks Kepatihan Pemda DIY, Rabu (18/12). "Dan saya dengar prosesnya sudah selesai dan rapat pleno akan dilakukan 26 Desember. Akhir Desember akan disahkan, ini hanya persoalan waktu saja."

Peraturan ini sebelumnya telah sudah sesuai dengan dialog antara mahasiswa dan rektorat yang sepakat akan disahkan pada 13 Desember. Namun pengesahan ini dimundurkan dengan alasan pihak kampus masih berhati-hati serta memperhatikan terkait penyusunan aturan yang memuat kekerasan seksual tersebut.


Menurut Paripurna, UGM tidak ingin melakukan kesalahan dalam menerapkan aturan tentang kekerasan seksual ini. Apalagi, aturan ini diprediksi akan menjadi rujukan bagi perguruan tinggi lainnya.

"Perlu diingat, peraturan tentang pelecehan seksual dari universitas besar seperti UGM harus dibuat hati-hati. Karena peraturan tersebut kemudian, bisa jadi akan menjadi rujukan universitas lain," ujar Paripurna. "Jadi kami ingin sempurna, dan kesempurnaan itu diperlukan proses sesuai peraturan yang berlaku."

Seperti yang diketahui, Aliansi Mahasiswa UGM sebelumnya telah menuntut agar peraturan terkait kekerasan seksual tersebut dapat disahkan sebelum Desember. Hal ini mengacu kepada kesepakatan yang telah mereka buat dengan pihak kampus.

"Dari aliansi melihatnya, kami sudah cukup tidak mau dibohongi lagi," kata Turno, Humas Aliansi Mahasiswa UGM seperti dilansir dari Kumparan, Selasa (17/12). "Jadi sekarang pingin langsung dibuktikan janjinya disahkan bulan Desember harusnya sudah tidak ada alasan lagi."

"Ini adalah waktu yang cukup apalagi ulang tahun ini (Dies Natalis UGM) banyak pejabat kampus berdatangan," sambungnya. "Segera sahkan karena aturan ini bicara tentang sistem dan pembangunan, ini sangat penting untuk melindungi setiap civitas akademika."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait