Sri Mulyani 'Blak-Blakan' Akui Radikalisme Masuk Kemenkeu
Nasional

Menkeu Sri Mulyani menghadiri acara Temu Kebangsaan bersama para tokoh. Dalam acara tersebut mantan pelaksana Bank Dunia itu kemudian mengaku soal gerakan radikalisme yang mulai masuk di kementeriannya.

WowKeren - Menteri Keuangan Sri Mulyani menghadiri acara Temu Kebangsaan: Merawat Semangat Hidup Berbangsa. Dalam acara tersebut, turut hadir para tokoh-tokoh Indonesia seperti Menko Polhukam Mahfud MD dan Sekjen Gerakan Suluh Kebanghsaan Alissa Wahid.

Dalam acara ini kemudian membahas soal isu kebangsaan. Lalu Sri Mulyani yang menjadi salah satu pembicara kunci pun diminta untuk menceritakan peran rasa kebangsaan dalam tubuh Kemenkeu.

Mantan pelaksana Bank Dunia itu kemudian menceritakan hal yang lebih melelahkan dibanding mengurus keuangan negara adalah kementeriannya yang mulai dihinggapi banyak gerakan-gerakan religius yang eksklusif. Hal ini membuat pegawai Kemenkeu mulai terkotak-kotak.

"Menjelang pemilu kemarin itu saya observasi di Kemenkeu ada di bawah ketegangan," ungkap Sri Mulyani di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (19/12). "Bawahan saya jadi visible keagamannya, mulai dari appearance menunjukkan identitas. Bahkan untuk beberapa dia mengkotak-kotak ekslusif, dan ada ketegangan."


Lebih lanjut, ia juga menceritakan bahwa dirinya kerap mendapatkan pesan yang mengatakan bahwa Kemenkeu telah dimasuki oleh gerakan radikal keagamaan. Dia menyatakan percakapan antara dia dan bawahannya menjadi kunci untuk memastikan Kemenkeu tetap berbangsa dan terhindar dari gerakan radikalisme.

"Semenjak saya jadi Menkeu, sering dapat WA, bu tempat ibu ada yang radikal," ujar Sri Mulyani. "Orang ngomong gini ada maksudnya kan, apakah fitnah maka harus di-clear-kan."

"Atau ada asap ada apinya, maka saya cari ada nggak apinya di sini," sambungnya. "Dalam konteks ini lah kami buat conversation, dalam sebuah rapat pimpinan usai pemilu saya ajak semua bicara."

Dalam forum yang sama, ia mengatakan bahwa para bawahannya berbicara dan terbuka perihal apa yang mereka rasakan terkait terkena gerakan eksklusif keagaamaan. "Saya datangi mereka, saya tanya kenapa kamu begini, sampai di Instagram juga memposting hal yang kurang bagus," paparnya.

"Ini hak kamu, saya nggak masalah, tapi kamu pejabat bawa nama instansi nggak fit, nggak pas kalau kayak gini. Kita harus netral," lanjutnya. "Akhirnya ya semua terbuka, itu jadi forum terbuka semua boleh bicara, bergantian. Saya juga minta jangan ada rekaman jadi its safe place untuk bercerita."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait